<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Gerbang Cita Indonesia</title>
	<atom:link href="http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com</link>
	<description>GERakan BANGsa CInta Tanah Air INDONESIA</description>
	<lastBuildDate>Fri, 14 Jan 2011 05:59:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='gerbangcitaindonesia.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/bde3f18a11f58b4a7ca07e5db7b5dbac?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Gerbang Cita Indonesia</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/osd.xml" title="Gerbang Cita Indonesia" />
	<atom:link rel='hub' href='http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>HABELINO: Hizbut Tahrir Indonesia Seperti Benalu</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2010/01/01/habelino-hizbut-tahrir-indonesia-seperti-benalu/</link>
		<comments>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2010/01/01/habelino-hizbut-tahrir-indonesia-seperti-benalu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jan 2010 06:34:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikrar Cakranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?p=204</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Iriani Permatasari 21-Aug-2009, 23:35:18 WIB &#8211; [www.kabarindonesia.com] KabarIndonesia &#8211; Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Muhamad Ismail Yusanto yang mengatakan bahwa HTI tidak mengakui keberadaan Pancasila sebagai sebuah dasar negara apalagi ideologi, ditanggapi keras oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia, Habelino Sawaki. Menurut Habelino, HTI adalah kumpulan orang-orang yang tidak paham tentang hidup bersama [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=204&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Iriani Permatasari</p>
<p>21-Aug-2009, 23:35:18 WIB &#8211; [www.kabarindonesia.com]<br />
KabarIndonesia &#8211;  Jubir Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Muhamad Ismail Yusanto yang mengatakan bahwa HTI tidak mengakui keberadaan Pancasila sebagai sebuah dasar negara apalagi ideologi,<span id="more-204"></span> ditanggapi keras oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Papua Indonesia, Habelino Sawaki. </p>
<p>Menurut Habelino, HTI adalah kumpulan orang-orang yang tidak paham tentang hidup bersama sebagai sebuah bangsa. Setiap negara memiliki dasar negara dan Indonesia punya Pancasila. Kalau HTI menolak Pancasila selayaknya keluar dari Indonesia. Di Papua saja Organisasi Papua Merdeka (OPM) mendapatkan pressure yang ketat, dan tidak sedikit yang ditembak lalu mengapa HTI dibiarkan bebas berkeliaran? Pemerintah telah berlaku sangat tidak adil dengan tetap membiarkan organisasi pengacau keamanan seperti HTI tetap bebas seenaknya. </p>
<p>“HTI adalah virus yang akan merongrong kesehatan bangsa ini. HTI tidak jauh berbeda dengan benalu yang menumpang di sebuah pohon. Tidak ada untungnya untuk dipelihara,” ungkapnya. </p>
<p>Untuk diketahui, HTI adalah sebuah organisasi yang dikenal dengan tindakan brutal dan anarkis yang melakukan tindakan kekerasan atas nama agama. </p>
<p>“Tidak ada satu pun pribadi ataupun kelompok yang dapat menghakimi orang lain atas nama agama dan mengklaim dirinya paling benar. Sebab surga adalah milik Tuhan. Surga bukan kepunyaan HTI atau siapa pun juga,” ungkap Habelino.(*)</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.kabarindonesia.com/berita.php?pil=8&amp;jd=HABELINO%3A+Hizbut+Tahrir+Indonesia+Seperti+Benalu&amp;dn=20090821220035#">http://www.kabarindonesia.com</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/204/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=204&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2010/01/01/habelino-hizbut-tahrir-indonesia-seperti-benalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bac3da1188eb8ecc836040e9323a5567?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikrarcakranegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fatwa ttg Kesesatan Hizbut Tahrir</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/fatwa-ttg-kesesatan-hizbut-tahrir-i/</link>
		<comments>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/fatwa-ttg-kesesatan-hizbut-tahrir-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 02:27:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikrar Cakranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Syaikh Al Albani (Buku Terjemahan H.T. Mu?tazilah Gaya Baru(Cahaya Tauhid Press) Hizbiyyah/Aliran, 01 &#8211; Juli &#8211; 2003, 04:11:53 Pada suatu kesempatan ada dua pertanyaan yang keduanya bertemu pada satu titik berkenaan dengan Hizbut Tahrir (selanjutnya disingkat HT). Pertanyaan Yang Pertama : Saya banyak membaca tentang Hizbut Tahrir dan saya kagum terhadap banyak pemikiran-pemikiran mereka, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=165&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Syaikh Al Albani (Buku Terjemahan H.T. Mu?tazilah Gaya Baru(Cahaya Tauhid Press)<br />
Hizbiyyah/Aliran, 01 &#8211; Juli &#8211; 2003, 04:11:53<span id="more-165"></span></p>
<p>Pada suatu kesempatan ada dua pertanyaan yang keduanya bertemu pada satu titik berkenaan dengan Hizbut Tahrir (selanjutnya disingkat HT). </p>
<p>Pertanyaan Yang Pertama : </p>
<p>Saya banyak membaca tentang Hizbut Tahrir dan saya kagum terhadap banyak pemikiran-pemikiran mereka, saya ingin Anda menjelaskan atau memberikan faedah pada kami dengan penjelasan yang ringkas tentang Hizbut Tahrir ini. </p>
<p>Pertanyaan Yang Kedua :</p>
<p>Sehubungan dengan permasalahan-permasalahan tadi akan tetapi si penanya menghendaki dariku penjelasan yang sangat luas tentang Hizbut Tahrir, sasaran, atau tujuan-tujuannya, serta pemikiran-pemikirannya, dan apakah semua sisi negatifnya merembet ke dalam permasalahan akidah?</p>
<p>Saya (Syaikh Al Albani) menjawab atas dua pertanyaan tadi :</p>
<p>Golongan atau kelompok atau perkumpulan atau jamaah apa saja dari perkumpulan Islamiyah, selama mereka semua tidak berdiri di atas Kitabullah (Al Qur’an) dan Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam serta di atas manhaj (jalan/cara) Salafus Shalih, maka dia (golongan itu) berada dalam kesesatan yang nyata! Tidak diragukan lagi bahwasanya golongan (hizb) apa saja yang tidak berdiri di atas tiga dasar ini (Al Qur’an, Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam dan Manhaj Shalafus Shalih) maka akan berakibat atau membawa kerugian pada akhirnya walaupun mereka itu (dalam dakwahnya) ikhlas. </p>
<p>Pembahasan saya kali ini tentang golongan-golongan Islamiyah yang mereka semua harus ikhlas kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan menginginkan nasehat kebaikan bagi umat sebagaimana dalam hadits yang shahih :</p>
<p>“Agama itu adalah nasehat”, kami (para shahabat) berkata : “Bagi siapa ya Rasulullah?” (Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam) bersabda : “Bagi Allah dan bagi Kitab-Nya, bagi Rasul-Nya, bagi Imam-Imam kaum Muslimin, dan mereka (kaum Muslimin) pada umumnya.” (Imam Muslim menyendiri dalam lafadz hadits hadits ini dari hadits Tamim Ad Dari)</p>
<p>Karena Allah telah berfirman dalam Al Qur’an tentang permasalahan ini : </p>
<p>“Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al Ankabut : 69)</p>
<p>Maka barangsiapa yang jihadnya karena Allah ‘Azza wa Jalla dan berdasarkan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam serta di atas manhaj Salafus Shalih merekalah orang-orang yang dimaksud dalam ayat : </p>
<p>“Jika kamu menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolongmu.” (QS. Muhammad : 7)</p>
<p>Manhaj Salafus Shalih ini adalah dasar yang agung maka dakwah setiap golongan kaum Muslimin harus berada di atasnya. Berdasarkan pengetahuan saya, setiap golongan atau kelompok yang ada di muka bumi Islam ini, saya berpendapat sesungguhnya mereka semua tidaklah berdakwah pada dasar yang ketiga, sementara dasar yang ketiga ini adalah pondasi yang kokoh. </p>
<p>Mereka hanya menyeru kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam saja, di sisi lain mereka tidak menyeru (berdakwah) pada manhaj Salafus Shalih kecuali hanya satu jamaah saja. </p>
<p>Dan saya (Al Albani) tidak menyebut satu jamaah tadi sebuah hizb (sekte) karena mereka tidak berkelompok dan tidak berpecah belah serta tidak fanatik kecuali kepada Kitabullah, Sunnah Rasul, dan manhaj Salafus Shalih, dan sungguh saya tahu persis tentang hal ini. Dan akan lebih jelas bagi kita semua betapa pentingnya dasar yang ketiga ini dalam kaitannya dengan nash syar’i yang dinukil dari Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam baik yang berhubungan dengan Al Qur’an maupun As Sunnah. </p>
<p>Pada kenyataannya, jamaah-jamaah Islamiyah sekarang ini, demikian pula kelompok-kelompok Islamiyah sejak awal munculnya penyimpangan terus merajalela serta menampakkan taringnya di antara jamaah-jamaah Islamiyah yang pertama (yaitu mulai timbulnya Khawarij) pada masa Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib radhiallahu &#8216;anhu, kemudian sejak mulainya Jaad bin Dirham mendakwahkan (pemikiran) Mu’tazilah dan sejak munculnya firqah-firqah yang dikenal nama-namanya di zaman dulu serta berhubungan dengan wajah-wajah baru di zaman sekarang dengan nama-nama yang baru pula. Mereka itu baik yang dulu maupun yang sekarang tidak terdapat padanya perbedaan, tak satupun di antara mereka yang menyatakan dan mengumandangkan bahwasanya mereka di atas manhaj Salafus Shalih.</p>
<p>Semua kelompok-kelompok ini dengan perselisihan yang ada pada mereka, baik dalam masalah akidah, dasar-dasar atau permasalahan-permasalahan hukum dan furu’ (cabang-cabang), semuanya menyatakan berada di atas Kitab dan Sunnah, akan tetapi mereka berbeda dengan kita, karena mereka tidak mengatakan apa yang kita katakan, yang perkataan itu merupakan kesempurnaan dakwah kita. Yakni (perkataan) berada di atas manhaj Salafus Shalih.</p>
<p>Maka atas dasar ini, siapa yang menghukumi golongan-golongan ini, yang mereka semua ber-intima’ (menisbatkan diri) walaupun minimal secara perkataan bahwa dakwahnya di atas Kitab dan Sunnah, dan bagaimana hukum yang pasti (tentang mereka), karena mereka semua mengatakan dengan perkataan yang sama?</p>
<p>Jawabannya, tidak ada jalan untuk menghukumi golongan-golongan di antara mereka bahwa mereka di atas yang haq (benar), kecuali apabila dibangun di atas manhaj Salafus Shalih. Sekarang pada diri kita timbul satu pertanyaan : “Dari mana (atas dasar apa, pent.) kita mendatangkan manhaj Salafus Shalih?”</p>
<p>Jawabannya, sesungguhnya kita mendatangkan dasar yang ketiga ini dari Kitabullah dan hadits Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam dan sebagaimana yang telah ditempuh oleh Imam-Imam Salaf dari kalangan shahabat dan yang mengikuti mereka dengan baik dari kalangan Ahlus Sunnah wal Jamaah seperti halnya yang mereka katakan saat ini. Dalil yang pertama adalah firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala :</p>
<p>“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan selain jalannya orang-orang Mukmin, Kami palingkan dia kemana dia berpaling dan Kami masukkan dia ke dalam Jahanam. Dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An Nisa’ : 115)</p>
<p>Firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala ((“Dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin”)) dihubungkan dengan firman Allah ((“Dan barangsiapa menentang Rasul”)). Maka seandainya ayat ini berbunyi ((“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, Kami palingkan dia kemana dia berpaling dan Kami masukkan dia ke dalam Jahanam. Dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali”)) yakni tanpa firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala ((“Dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin”)) niscaya ayat ini menunjukkan kebenaran dakwah golongan-golongan dari kelompok-kelompok tadi baik yang di zaman dahulu maupun yang sekarang ini, karena mereka mengatakan kami di atas Kitab dan Sunnah. Mereka tidak mengembalikan permasalahan-permasalahan yang mereka perselisihkan kepada Kitab dan Sunnah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala :</p>
<p>“ … kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul-Nya (As Sunnah), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Akhir. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS. An Nisa : 59)</p>
<p>Apabila Anda mengajak (berdakwah) kepada salah satu dari jumhur ulama mereka dan salah satu dari da’i mereka kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam, maka mereka akan berkata, “Saya mengikuti madzhabku”, yang lain menyatakan, “madzhabku adalah Hanafi”, yang lain menyatakan, “madzhabku adalah Syafi’i”, dan seterusnya.</p>
<p>Mereka taqlid kepada Imam-Imam mereka sebagaimana mereka mengikuti Kitabullah dan Sunnah Rasul Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam. Maka apakah benar mereka mengamalkan ayat ini? Tidak sama sekali dan sekali-kali tidak. Oleh sebab itu apa faedahnya pengakuan mereka bahwasanya mereka di atas Kitab dan Sunnah selama mereka tidak mengamalkan keduanya. </p>
<p>Dari contoh ini, tidaklah saya menghendaki untuk orang-orang yang taqlid (awam, pent.) dari mereka, akan tetapi yang aku kehendaki dengannya adalah para da’i Islam yang seharusnya tidak menjadi orang yang taqlid belaka, yang mengutamakan pendapat para Imam yang tidak ma’shum keadaannya.</p>
<p>Maka Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala tidaklah menyebutkan kalimat di pertengahan ayat tadi secara sia-sia, hanya saja Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menginginkan dengannya menanamkan satu pokok yang sangat penting, suatu patokan yang sangat kokoh yaitu tidak boleh kita semata-mata bersandar pada akal dalam memahami Kitab Allah (Al Qur’an) dan Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam. </p>
<p>Kaum Muslimin hanyalah dikatakan mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah baik secara pokok-pokoknya dan patokan-patokannya, apabila di samping berpegang pada Al Qur’an dan Sunnah, mereka juga berpegang dengan apa yang ditempuh oleh Salafus Shalih. Karena ayat di atas mengandung nash yang jelas tentang dilarangnya kita menyelisihi jalannya para shahabat.</p>
<p>Artinya wajib bagi kita mengikuti Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam dan tidak menyelisihi (menentang) beliau, demikian pula wajib bagi kita untuk mengikuti jalannya kaum Mukminin dan tidak menyimpang darinya. Dari sini kita menyatakan bahwa wajib atas tiap golongan/kelompok/jamaah Islamiyah untuk memperbaharui tolok ukur mereka yakni agar mereka bersandar kepada Al Qur’an dan Sunnah di atas pemahaman Salafus Shalih. </p>
<p>Dan sangat kita sayangkan Hizbut Tahrir tidak berdiri di atas dasar yang ketiga, demikian pula Ikhwanul Muslimin dan hizb-hizb Islamiyah lainnya. Sedangkan kelompok-kelompok yang mengumandangkan perang dengan Islam seperti partai Baats dan partai komunis, maka mereka tidak (masuk) dalam pembicaraan kita sekarang ini.</p>
<p>Oleh karena itu seyogyanya seorang Muslim dan Muslimah hendaknya mengetahui bahwa suatu garis kalau sudah bengkok pada awalnya (pangkalnya) maka akan semakin jauh dari garis yang lurus. Dan setiap ia melangkahkan kakinya akan semakin bertambahlah penyelewengannya. Maka jelas yang lurus adalah sebagaimana yang disebutkan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala di dalam ayat Al Qur’an :</p>
<p>“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya.” (QS. Al An’am : 153)</p>
<p>Ayat yang mulia ini jelas Qath’iyyatul Ad Dalalah (pasti penunjukkan) sebagaimana disukai dan biasa diucapkan oleh Hizbut Tahrir dan sekte-sekte lain dalam dakwahnya, tulisan-tulisan dan khutbah-khutbahnya. Dalil yang Qath’iyyatul Ad Dalalah (pasti penunjukkan), karena ayat ini menyatakan : “Sesungguhnya jalan yang bisa menuju pada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala adalah satu, dan jalan-jalan yang lain adalah jalan-jalan yang menjauhkan kaum Muslimin dari jalan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala. </p>
<p>Dan Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam juga menambahkan keterangan dan penjelasan terhadap ayat ini sebagaimana keberadaan Sunnah Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam itu sendiri (menjelaskan dan menerangkan Al Qur’an, pent.). Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menyebutkan dalam Al Qur’anul Karim kepada Nabi-Nya Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam :</p>
<p>“Dan Kami turunkan kepadamu Al Qur’an, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka.” (QS. An Nahl : 44) </p>
<p>Sunnah Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam adalah penjelas yang sempurna terhadap Al Qur’an, sedangkan Al Qur’an adalah asal peraturan/undang-undang dalam Islam. Untuk memperjelas suatu permasalahan pada kita agar lebih mudah untuk dipahami, saya (Syaikh Al Albani) berkata : “Al Qur’an bila diibaratkan dengan sistem peraturan buatan manusia adalah seperti undang-undang dasar dan As Sunnah bila diibaratkan dengan sistem peraturan buatan manusia adalah seperti penjelasan terhadap undang-undang dasar tersebut.”</p>
<p>Oleh sebab itu sudah menjadi kesepakatan di kalangan kaum Muslimin, yang pasti bahwa tidak mungkin bisa memahami Al Qur’an kecuali dengan penjelasan Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam dan ini adalah perkara yang telah disepakati. </p>
<p>Akan tetapi sesuatu yang diperselisihkan kaum Muslimin sehingga menimbulkan berbagai pengaruh setelahnya yaitu bahwa semua firqah sesat dahulu tidak mau memperhatikan dasar yang ketiga ini yaitu mengikuti Salafus Shalih, maka mereka menyelisihi ayat yang aku sebutkan berulang-ulang : </p>
<p>“ … dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang Mukmin.” (QS. An Nisa : 115)</p>
<p>Mereka menyelisihi jalan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala, karena jalan Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala adalah satu yaitu sebagaimana yang disebut dalam ayat terdahulu :</p>
<p>“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya.” (QS. Al An’am : 153)</p>
<p>Saya (Syaikh Al Albani) berpendapat, sesungguhnya Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam menambahkan penjelasan dan keterangan pada ayat ini dari riwayat salah seorang shahabat Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam yang terkenal faqih (fahamnya terhadap dien) yaitu Abdullah Ibnu Mas’ud radhiallahu &#8216;anhu ketika beliau mengatakan : </p>
<p>Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam membuat satu garis untuk kami, sebuah garis lurus dengan tangan beliau di tanah, kemudian beliau menggaris disekitar garis lurus itu garis-garis pendek. Lalu Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam mengisyaratkan (menunjuk) pada garis yang lurus dan beliau membaca ayat (yang artinya : “Dan bahwa (yang Kami perintah) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan jangan kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu menceraiberaikan kamu dari jalan-Nya”.</p>
<p>Bersabda Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam sambil menunjuk jarinya pada garis lurus, “ini adalah jalan Allah”, kemudian menunjuk pada garis-garis yang pendek di sekitarnya (kanan-kirinya) dan bersabda, “ini adalah jalan-jalan dan pada setiap pangkal jalan itu ada syaithan yang menyeru manusia padanya.” </p>
<p>Hadits ini ditafsirkan dengan hadits lain yang telah diriwayatkan oleh Ahlus Sunan seperti Abu Dawud, Tirmidzi, dan selain dari keduanya dari Imam-Imam Ahlul Hadits dengan jalan yang banyak dari kalangan para shahabat seperti Abu Hurairah, Muawiyah, Anas bin Malik, dan yang selainnya dengan sanad yang jayyid. Sesungguhnya Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda :</p>
<p>“Yahudi terpecah menjadi 71 golongan, dan Nashrani telah terpecah menjadi 72 golongan, dan sesungguhnya umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya ada di neraka kecuali satu. Maka mereka (para shahabat) bertanya : “Siapa dia ya Rasulullah?” Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda : “Dia adalah apa yang aku dan shahabatku berada di atasnya.” </p>
<p>Hadits ini menjelaskan kepada kita jalannya kaum Mukminin yang disebut dalam ayat tadi. Siapakah orang-orang Mukmin yang disebutkan dalam ayat itu? Meraka itulah yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam pada hadits Al Firaq, ketika beliau ditanya tentang Firqatun Najiah (golongan yang selamat), manhaj, sifat, dan titik tolaknya. Maka Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam menjawab, “apa yang aku dan para shahabatku berada di atasnya.” </p>
<p>Maka jawaban ini wajib diperhatikan, karena merupakan jawaban dari Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam. Jika bukan wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala maka itu adalah tafsir dari Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam terhadap jalannya orang-orang Mukmin yang terdapat pada firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala : </p>
<p>“Dan barangsiapa yang menentang Rasulullah sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang Mukmin.” </p>
<p>Pada ayat ini Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala menyebutkan tentang Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam dan jalannya orang-orang Mukmin. Sementara itu (dalam hadits, pent.) Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam menyebutkan tanda Firqatun Najiah yang tidak termasuk 72 golongan yang binasa. Sesungguhnya Firqatun Najiah adalah golongan yang berdiri di atas apa yang ada pada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam dan para shahabat. </p>
<p>Maka pada hadits ini kita akan dapati apa yang kita dapati pula dalam ayat. Sebagaimana ayat tidak membatasi penyebutan Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam saja, demikian pula hadits tidak membatasi penyebutan Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam saja. Di samping itu ayat juga menyebutkan jalannya orang-orang Mukmin demikian pula dalam hadits terdapat penyebutan “shahabat Nabi” maka bertemulah hadits dengan Al Qur’an. Oleh sebab itu Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda :</p>
<p>“Aku tinggalkan bagi kalian dua perkara, yang kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh dengan keduanya, yakni Kitabullah dan Sunnahku dan tidaklah terpisah keduanya (Al Qur’an dan As Sunnah) sampai keduanya datang kepadaku di Haudl.” (Diriwayatkan oleh Malik dalam Muwatha’-nya, Al Hakim dalam Mustadrak-nya dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Shahihul Jami’ hadits nomor 2937) </p>
<p>Banyak golongan-golongan terdahulu maupun sekarang yang tidak berdiri di atas dasar yang ketiga ini sebagaimana yang disebutkan di dalam Al Qur’an dan Hadits. Pada hadits di atas disebutkan tanda golongan yang selamat yaitu yang berada di atas apa yang ada pada Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam dan para shahabatnya. Semakna dengan hadits ini adalah hadits Irbadl ibn Sariyyah radhiallahu &#8216;anhu yang termasuk salah satu shahabat Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam dari kalangan Ahlus Shufah, yakni mereka dari kalangan fuqara’ yang tetap berada di Masjid dan menghadiri halaqah-halaqah (majelis taklim) Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam secara langsung dan bersih. Berkata Irbadl ibn Sariyyah radhiallahu &#8216;anhu :</p>
<p>Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam memberi nasehat kepada kami yang membuat hati kami bergetar dan air mata kami berlinang (karena terharu). Kami berkata : “Ya Rasulullah seakan-akan ini adalah nasehat perpisahan maka berilah kami wasiat.” Maka beliau bersabda : “Aku wasiatkan kepada kamu sekalian untuk tetap bertakwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan senantiasa mendengar dan taat walaupun yang memimpin kalian adalah seorang budak. Barangsiapa hidup (berumur panjang) di antara kalian niscaya dia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib atas kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk (yang datang) sesudahku, gigitlah sunnah itu dengan gigi geraham kalian, dan jauhilah perkara-perkara baru yang diada-adakan (dalam urusan agama, pent.). Karena sesungguhnya setiap perkara yang baru itu bid’ah. Dan setiap bid’ah itu sesat dan setiap kesesatan itu di neraka.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi. Berkata Tirmidzi, hadits ini hasan) Hadits ini merupakan (penguat) bahwasanya Nabi Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam tidak membatasi perintahnya kepada umatnya untuk berpegang teguh dengan sunnahnya saja ketika mereka berselisih akan tetapi beliau menjawab dengan uslub/cara bijaksana, dan siapa yang lebih bijaksana dari beliau setelah Allah? Oleh sebab itu tatkala Rasulullah Shallallahu &#8216;Alaihi Wa Sallam bersabda : </p>
<p>“Barangsiapa di antara kalian yang hidup (berumur panjang) setelahku maka dia akan melihat perselisihan yang banyak.”</p>
<p>Beliau juga memberikan jawaban dari soal yang mungkin akan muncul (dipertanyakan) : “Apa yang kita lakukan ketika itu wahai Rasulullah?” Maka Rasulullah menjawab : “Wajib atas kalian mengikuti sunnahku.” Dan Rasulullah tidak mencukupkan perintahnya terhadap mereka yang hidup pada waktu terjadi perselisihan dengan hanya mengikuti sunnah beliau, akan tetapi menggabungkannya dengan sabda beliau :</p>
<p>“ … dan sunnahnya Khulafaur Rasyidin yang mendapat petunjuk.” </p>
<p>Jika demikian halnya, maka seorang Muslim yang menginginkan kebaikan pada dirinya dalam masalah akidah, dia harus kembali pada jalannya orang-orang Mukmin (para shahabat) bersama dengan Kitab (Al Qur’an dan As Sunnah) yang shahih dengan dalil ayat dan hadits Al Firaq (perpecahan) serta hadits dari Irbadl ibn Sariyyah radhiallahu &#8216;anhu. </p>
<p>Inilah kenyataan yang ada dan sangat disesalkan bahwasanya hal ini banyak dilalaikan oleh semua hizbi-hizbi/sekte-sekte Islamiyah masa sekarang ini sebagaimana keberadaan firqah-firqah yang sesat, khususnya kelompok Hizbut Tahrir yang berbeda dengan sekte-sekte lainnya di mana Hizbut Tahrir dalam melaksanakan Islam menggunakan akal manusia sebagai tolok ukurnya. (Bersambung ke vol. II)</p>
<p>Sumber : <a href="http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=75">http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=75</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=165&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/fatwa-ttg-kesesatan-hizbut-tahrir-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bac3da1188eb8ecc836040e9323a5567?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikrarcakranegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (I)</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/membongkar-selubung-hizbut-tahrir-i/</link>
		<comments>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/membongkar-selubung-hizbut-tahrir-i/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 02:22:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikrar Cakranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?p=163</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Syaikh &#8216;Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah (www.salafipublications.com Article#GRV0300) Hizbiyyah/Aliran, 20 &#8211; Juni &#8211; 2003, 07:06:37 Selalu ada pergelutan antara al haq dengan al bathil. Dan Allah telah mengirimkan sekelompok orang yang mempergunakan waktunya guna melindungi dan membela Dien ini (yaitu Al Qur&#8217;an dan As Sunnah). Di lain pihak, ada orang-orang yang mengaku dan merasa bahwa mereka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=163&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Syaikh &#8216;Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah (www.salafipublications.com Article#GRV0300)<br />
Hizbiyyah/Aliran, 20 &#8211; Juni &#8211; 2003, 07:06:37</p>
<p>Selalu ada pergelutan antara al haq dengan al bathil. Dan Allah telah mengirimkan sekelompok orang yang mempergunakan waktunya guna melindungi dan membela Dien ini (yaitu Al Qur&#8217;an dan As Sunnah). Di lain pihak, ada orang-orang yang mengaku dan merasa bahwa mereka adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan. Padahal Allah telah berfirman tentang mereka, </p>
<p>&#8220;Dan ketika dikatakan pada mereka supaya jangan berbuat kerusakan di muka bumi ini dengan perbuatannya, mereka berkata &#8216;tapi kami adalah orang-orang yang mengadakan perbaikan&#8217;. Tapi sesungguhnya mereka adalah pembuat kerusakan namun mereka tidak menyadarinya&#8221;<br />
(Al Baqarah 11-12) <span id="more-163"></span></p>
<p>Mereka adalah orang-orang yang berbahaya, karena mereka menganggap diri mereka sebagai orang-orang yang melakukan perbaikan padahal kenyataannya mereka adalah perusak agama. </p>
<p>Pada abad ke 20, yang merupakan akhir dari kerajaan &#8216;Ustmani, banyak bermunculan kelompok-kelompok atau organisasi-organisasi yang mengatasnamakan Islam, yang menyatakan bahwa masuk ke dalam dunia politik atau mengambil cara-cara politik adalah merupakan jalan atau cara terbaik guna menjaga martabat Islam dan umat Islam. Namun mereka tidak menganggap bahwa problem utama dari turunnya martabat Islam adalah kelemahan umat Islam. Kelompok-kelompok ini mendasari pemikiran-pemikirannya dengan berdasarkan pada tekanan-tekanan dan emosional, bukan dengan ilmu (agama), dan mereka tidak berusaha untuk mencari ilmu itu. Tingkah laku mereka semrawut, sehingga dengannya tercipta kekacauan. </p>
<p>Usaha dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Al Qur&#8217;an dan As Sunnah tidaklah diambil dalam manhaj mereka, kecuali bila situasi politik memperbaiki keadaan umat. Mereka berkata &#8220;simpanlah dulu usaha-usaha dakwah semacam itu di rak-rak kalian sampai situasi politik kita memperbaikinya&#8221;. Padahal berjuta-juta orang menunggu pada dakwah al haq ini. Tapi mereka hanyalah memprioritaskan dakwah mereka untuk kembali pada khilafah. Sampai-sampai mereka menggantungkan semua hal dan tidak ada yang bisa dilakukan sampai khilafah kembali. Sehingga ketika mereka menyikapi orang-orang kuffar, mereka berkata &#8220;biarkan mereka masuk neraka&#8221;, kenapa mereka berkata demikian? &#8220;Karena orang-orang kuffar itu telah merebut tanah-tanah kaum muslimin&#8221;, menurut mereka. Padahal dakwahnya Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidaklah demikian. Beliau shallallahu &#8216;alaihi wa sallam memprioritaskan dakwah kepada tauhid kepada umat manusia, walaupun nantinya hanya satu orang yang mengikuti beliau. </p>
<p>Sebenarnya banyak dari musuh-musuh Islam yang menjadi pemimpin-pemimpin kaum Muslimin (dikarenakan lemahnya pemahaman umat Islam akan dakwah al haq) , ini seharusnya tidak boleh dilupakan oleh kita. Dan orang-orang kuffar menyadari hal ini, sehingga mereka mendukung misionaris-misionaris agama mereka yang membuka jalan atau kesempatan untuk masuk ke dalam komunitas muslimin. Dan seharusnya kitalah, Umat Islam, yang melakukan hal tersebut, yaitu mendakwahi orang-orang kuffar itu sehingga mereka masuk Islam, yang dengan masuknya ke dalam Islam ini dapat memasukkan dia ke dalam surga dan menyelamatlannya dari neraka. Tapi para &#8220;politisi&#8221; kita, seperti Hizbut Tahrir dan yang lainnya, tidaklah menganggap hal ini sebagai sesuatu yang harus dipertimbangkan. </p>
<p>Orang-orang (kelompok-kelompok) itu hanyalah berbicara tentang konspirasi-konspirasi yang dilakukan barat, invasi kebudayaan, bagaimana umat Islam diserang oleh kaum kuffar lewat buku-buku, sekolah-sekolah dan lain-lain. Padahal sebenarnya sudah ada jenis invasi lain yang mengambil tempat di tengah-tengah muslimin, yang sudah terjadi mulai berabad-abad yang lampau sampai sekarang, yaitu Sufisme dan Ilmul Kalam. Jenis invasi ini membajak agama yang didalamnya terdapat kesesatan-kesesatan. Malah sekarang orang-orang mengajarkan kesesatan-kesesatan ini di sekolah-sekolah Islam, bahkan ada yang menjadi sarjana di bidang ini dan lain-lain. Maka invasi itu tidak hanya invasi kebudayaan dari barat saja, tapi kita pun harus mengetahui jenis invasi ini. </p>
<p>Hal lain yang harus kita perhatikan adalah mencari sebab-sebab keruntuhan umat. Karena keruntuhan umat itu tidaklah terjadi kecuali disebabkan oleh hal-hal tertentu yang menjadikan kenapa hal ini terjadi. Tapi orang-orang ini berkata &#8220;Tidak ada yang salah padamu, ini semua adalah tanggung jawab orang-orang kuffar sehingga semua ini terjadi, karena mereka menolak hukum Allah&#8221;. Padahal jika kita, umat Islam, pun tidak mematuhi hukum Allah, maka Allah pun mempunyai hukum untuk menghukum kita. </p>
<p>Diantara kelompok-kelompok yang memakai cara-cara politik itu adalah Hizbut Tahrir. Mereka, orang-orang Hizbut Tahrir, ini mempunyai ciri-ciri yang khas dalam setiap pembicaraannya, diantaranya yaitu selalu mendengung-dengungkan masalah khilafah, Adzab Kubur dan Hadits Ahad (maksudnya adalah mereka menolak adanya adzab kubur dan hadits ahad). Itulah ciri-ciri khas dari Hizbut Tahrir. Mereka mengajarkan bahwa hal tersebut adalah merupakan sesuatu yang harus prioritaskan. Mereka berkata &#8220;jika kamu tidak berusaha untuk menegakkan khilafah, maka kamu musyrik&#8221;, apakah mereka berkata demikian? Ya, karena kamu tidak berusaha untuk menegakkan khilafah!!!. Lalu apakah kaum muslimin pada masa kehidupan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam berada di Makkah dan belum hijrah ke Madinah, mereka itu musyrik? </p>
<p>Perlu diperhatikan sebelum kita masuk ke dalam permasalahan yang akan kita bicarakan ini. Hendaknya diingat bahwa hal yang kita lakukan ini adalah dalam rangka perbaikan diri, terutama pada diri-diri kita sendiri. Sebab kita memang membutuhkan koreksi. Oleh karena itu, hanyalah orang-orang yang memerlukan pada perbaikan diri akan mendengarkan (membaca) penjelasan ini, sedangkan orang-orang yang fanatik tidak akan mendengarkan dan menghiraukannya. </p>
<p>Ketika orang-orang sibuk melakukan bantahan terhadap syubhat-syubhat Hizbut Tahrir, ada satu hal yang sering luput untuk diperhatikan dan tidak diketahui oleh mereka. Yaitu tentang aqidah yang dianut pendiri Hizbut Tahrir ini. Pendiri kelompok ini adalah seorang yang beraqidah asy&#8217;ariyah maturidiyah, dan dia menyatakan bahwa orang-orang asy&#8217;ariyah maturidiyah sebagai Ahlut Tauhid wa Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah. Ini adalah salah satu yang harus kita bongkar terlebih dahulu dari kelompok ini, bukan hanya membahas permasalahan-permasalahan mereka dalam mengingkari hadits ahad dan adzab kubur atau dakwahnya kepada penegakkan khilafah saja. Mereka mempunyai hal yang lebih sesat dari itu semua, seperti pemakaian ilmul kalam dalam membahas setiap permasalahan agama. Padahal A&#8217;imah Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah, seperti Imam Asy Syafi&#8217;i dan Imam Abu Hanifah telah membantah ilmul kalam itu. Mereka mencap orang-orang yang mempelajari ilmul kalam itu sebagai mubtadi&#8217;, yang harus dihukum cambuk dan dimasukkan ke penjara serta ditahdzir. </p>
<p>Pendiri Hizbut Tahrir adalah Taqiyuddin An Nabhani. Dia adalah merupakan salah satu cucu dari Yusuf bin Isma&#8217;il An Nabhani, yang dia (Yusuf) ini adalah seorang yang sangat berlebihan pada Sufisme. Yusuf Isma&#8217;il mempunyai (mengarang) banyak kitab, diantaranya adalah Jami&#8217; Karamatul Awliya&#8217;. Kitab ini didalamnya berisi banyak cerita-cerita &#8220;yang lucu&#8221;, salah satunya adalah Ali Al Amali, jika kita membacanya maka kita akan tertawa sekaligus menangis. </p>
<p>Mereka (pengikut Hizbut Tahrir) menggelari Taqiyuddin sebagai mujtahid muthlaq, Apakah kamu pernah mendengarnya? [ya]. Lalu apakah yang mereka katakan tentang Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam? Mereka katakan bahwa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tidak seharusnya berijtihad. Apakah kamu pernah mendengar hal ini? Bahwa beliau tidak seharusnya berijtihad?. </p>
<p>Maka kita katakan pada mereka, siapa yang paling sempurna satu sama lain yang berhak untuk melakukan ijtihad? Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam ataukah Taqiyuddin? Dia (Taqiyuddin) adalah majhul atau tidak dikenal, dia bukanlah siapa-siapa. Lalu bagaimana hal itu bisa dikatakan? Apakah kalian berpikir bahwa perbuatan kalian ini tidak akan diketahui? Allah memelihara agama-Nya dan barang siapa yang melakukan kedustaan dan kesesatan maka akan disingkapkan kedustaan dan kesesatannya itu dan dia akan dihukum. Pencuri, bagaimana mungkin seseorang menawarkan bid&#8217;ah kepada umat dan menyatakan bahwa kebid&#8217;ahan itu adalah sunnah, apakah dia tidak sadar dan takut akan dihukum? Allah lah yang akan menghukumnya. </p>
<p>Taqiyuddin lahir di Ijzim, Palestina pada tahun 1909. Kemudian setelah dewasa, dia belajar Universitas Al Azhar sampai lulus. Setelah dia lulus, dia pergi ke Libanon dan Yordania, dan bekerja di universitas Islam sebagai tenaga pengajar sampai akhirnya dia mendirikan Hizbut Tahrir. Dia wafat pada tahun 1977. Dia memiliki (menulis) banyak kitab, seperti Risalatul Arab yang didalamnya terdapat kecenderungan pada nasionalisme, menunjukkan konsepnya tentang nasionalisme dan lain-lain. Walaupun dia menyatakan menarik kembali konsepnya itu, namun yang nyata bagi kami, dia tidak secara tegas menyatakan hal tersebut di kitab-kitabnya yang terakhir. Karena kitab Risalatul Arab merupakan salah satu kitab pertama yang dia tulis. </p>
<p>Aqidahnya, seperti yang telah disinggung sebelumnya, adalah maturidiyah yang merupakan sebuah pemahaman sebuah firqah yang dinisbahkan pada Abu Manshur Al Maturidi, yang memiliki kesesatan yang lebih daripada Asy&#8217;ariyah. Dia menyebut a&#8217;imah dari firqah tersebut sebagai &#8220;Ahlus Sunnah wal Jama&#8217;ah&#8221;. </p>
<p>Dalam salah satu tulisannya, yang didalamnya terdapat pernyataan yang sebenarnya adalah merupakan imitasi dari perkataannya Ar Razi (seorang tokoh dari ahlul kalam). Dia berkata bahwa kita tidak bisa menerima Al Qur&#8217;an sampai terpenuhinya 10 syarat, dan salah satu syaratnya itu adalah Al Qur&#8217;an itu harus disesuaikan dengan &#8216;aql. Ini merupakan perkataannya Ar Razi. </p>
<p>Dia juga menulis dalam kitabnya Asy Syakhsiyyah Al Islamiyyah III/132, yang tulisannya membuktikan akan ke-maturidiyah-annya dan ke-asy&#8217;ariyah-annya. Dia men-ta&#8217;wilkan beberapa sifat Allah, seperti tangan Allah yang dia artikan sebagai kekuatan atau kekuasaan. Padahal kita temukan dalam kitab Syarhul Fiqhul Akbar Abu Hanifah halaman 33, disitu dikatakan bahwa tidak boleh untuk men-ta&#8217;wilkan tangan Allah sebagai kekuatan atau kekuasaan. Dan juga dalam kitab Tabyin Khadibul Muftari halaman 150, disana terdapat perkataan dari Imam Asy&#8217;ari (Abul Hasan Al Asy&#8217;ari) sendiri bahwa tidak boleh menyatakan atau meng-qiyaskan tangan Allah itu sehingga artinya adalah kekuatan atau kekuasaan. Sebab itu adalah perkataannya Mu&#8217;tazilah, salah satu firqah yang paling sesat. </p>
<p>Jika kita membuka kitab Syarh Ushulul Khomsah Al Mu&#8217;tazilah halaman 228, disana akan ditemukan perkataan salah satu imam dari mu&#8217;tazilah yaitu Al Qadhi &#8216;Abdul Jabbar, yang berkata bahwa manhaj &#8220;ahlus sunnah&#8221; adalah meyakini bahwa tangan Allah itu maksudnya adalah kekuasaan atau kekuatan. </p>
<p>Maka permasalahan inilah yang harus kita bahas terlebih dahulu, janganlah kita berbicara tentang syubhat-syubhat mereka tentang khilafah, hadits ahad, atau &#8216;adzab kubur, tapi mari kita bahas tentang at ta&#8217;wil yang mereka lakukan. </p>
<p>Imam Abu Ja&#8217;far Ath Thahawi (penulis kitab Aqidah Thahawiyah) mengatakan bahwa ta&#8217;wil yang terbaik adalah meninggalkan ta&#8217;wil dan hanya mencukupkan pada nash (Al Qur&#8217;an dan As Sunnah) dan apa yang ada (disepakati) oleh Jama&#8217;atul Muslimin. Lalu, bagaimana bisa mereka, tukang ta&#8217;wil, dikatakan sebagai Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah padahal ucapan mereka bertolak belakang dengan ucapan Imam Ath Thahawi. Dan banyak lagi kesesatan lainnya. (bersambung ke volume II)</p>
<p>Sumber : <a href="http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=34">http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=34</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/163/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=163&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/membongkar-selubung-hizbut-tahrir-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bac3da1188eb8ecc836040e9323a5567?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikrarcakranegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (II)</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/membongkar-selubung-hizbut-tahrir-ii/</link>
		<comments>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/membongkar-selubung-hizbut-tahrir-ii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 02:17:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikrar Cakranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Syaikh &#8216;Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah (www.salafipublications.com Article #GRV0300 Hizbiyyah/Aliran, 20 &#8211; Juni &#8211; 2003, 07:07:42 (Sambungan dari vol. I).. Mereka berkata bahwa khilafah itu harus segera didirikan minimal dalam 13 tahun atau 25 tahun. Jika tidak mampu dalam waktu tersebut maka akan gagal. Padahal telah ada contoh pasti yang dilakukan oleh Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=161&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Syaikh &#8216;Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah (www.salafipublications.com Article #GRV0300<br />
Hizbiyyah/Aliran, 20 &#8211; Juni &#8211; 2003, 07:07:42</p>
<p>(Sambungan dari vol. I).. Mereka berkata bahwa khilafah itu harus segera didirikan minimal dalam 13 tahun atau 25 tahun. Jika tidak mampu dalam waktu tersebut maka akan gagal. Padahal telah ada contoh pasti yang dilakukan oleh Ahlus Sunnah Wal Jama&#8217;ah dan hal ini dapat diketahui dari tingkah laku mereka dalam melaksanakan sunnah. Ahlus Sunnah tidaklah berkata (mengenai dakwah kepada Tauhid, dakwah kepada Al Qur&#8217;an dan As Sunnah), &#8220;Ini bukanlah saatnya untuk melakukan dakwah kepada hal tersebut sekarang&#8221;. Janganlah kita lupa tentang dakwah kepada Tauhid, sebab dengan hal inilah (tauhid) kita diciptakan, kita diciptakan untuk mentauhidkan Allah. <span id="more-161"></span></p>
<p>Mereka telah membuat kesalahan besar. Mereka mengatakan bahwa khilafah Islamiyyah itu runtuh pada tahun 1924, di abad ini. Ini adalah kekeliruan. Sebab Khilafah Islamiyyah itu telah runtuh sejak berabad-abad yang lalu. Sedangkan tahta &#8216;Utsmani bukanlah Khilafah. Mereka (para penguasanya) sendiri meyatakan bahwa diri mereka adalah raja, Sulthan (seperti Sulthan Abdul Hamid, Sulthan &#8216;Abdul Majid). Ini bukanlah Khilafah Islamiyyah, ini adalah kerajaan biasa. </p>
<p>Kamu tidak akan melihat adanya jejak-jejak Sunnah pada mereka, walaupun kau bertanya pada mereka &#8220;kenapa kami tidak melihat sunnah atas kalian?&#8221;. Kebanyakan dari mereka mencukur habis jenggotnya. Mereka berkata &#8220;Hal terpenting sekarang adalah usaha untuk menegakkan kembali khilafah, sedangkan memanjang jenggot adalah perkara qusyur (kulit) yang dapat kita buang&#8221;. Mereka menganggap bahwa amalan-amalan Sunnah itu seperti kulit yang dapat kita buang. Lalu Sunnah apakah yang akan mereka dakwahkan pada kaum Muslimin? </p>
<p>Mereka menjelaskan tentang nash (Al Qur&#8217;an dan Al hadits) dan mereka pun membuat syubhat atas hal tersebut. Mereka mengatakan, &#8220;ini nash yang qath&#8217;iy&#8221;, &#8220;ini maknanya qath&#8217;iy&#8221; dan lain-lain. Walhasil, mereka membuat bingung umat ini dengan penjelasan semacam itu. Mereka berbicara dengan banyak teori, teori politik. Mereka menghafal banyak teori-teori itu, tapi mereka tidak menghafal walaupun hanya 10 hadits atau beberapa ayat dari Al Qur&#8217;an. Malah mereka membuat syubhat terhadap nash. </p>
<p>Salah seorang dari mereka berkata &#8220;setiap nash yang ada dalam Al Qur&#8217;an dan Al Hadits, maka tidaklah para ulama itu kecuali saling ber-ikhtilaf dalam memahaminya&#8221;. Apakah kalian pernah mendengar perkataannya ini? Ya, pada setiap nash. Dan aku (Syaikh Abdurrahman) mendengar sendiri perkataan ini dikatakan oleh pemimpin-pemimpin mereka, dan Umar Bakri adalah merupakan salah satunya. Kemudian, aku telah mendengar rekaman dialog mereka dengan Syaikh Al Albani (rahimahullah) berjudul Munaqasyah Afraqul Mu&#8217;tazilah. Salah seorang dari mereka mengatakan pada Syaikh perkataan di atas. Lalu apakah yang dikatakan oleh Syaikh Al Albani pada mereka? Syaikh berkata &#8220;apakah firman Allah itu mengandung keragu-raguan?&#8221;, maka ketika mereka mendengar ucapan syaikh, serta merta mereka pun merubah topik pembicaraan. </p>
<p>Kebiasaan tergesa-gesa pada kelompok ini akan menyebabkan mereka mati dengan cepat, mereka tidak mempunyai kesabaran dan kebijaksanaan. Mereka tidak memikirkan bagaimana tahapan dakwah Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam mulai dari awal sampai akhir. Mereka mengamil tahap akhir sebagai tahap awal. Apa yang akan terjadi bila kalian meminta tahap akhir menjadi di awal? Apa yang akan terjadi? Kalian akan habis. </p>
<p>Mereka mengadakan perjanjian dan bekerja sama dengan siapa saja, yang sebenarnya ada diantaranya tidak boleh untuk bekerja sama dengannya, seperti Syi&#8217;ah dan lain-lain. Seharusnya mereka memulai dakwahnya dengan hal pertama dan terpenting (yaitu At Tauhid), maka hal ini lebih arif daripada arif tapi dalam mengadakan perjanjian-perjanjian dengan golongan-golongan yang Allah benci. </p>
<p>Dan qadarullah, hizb ini datang ke Inggris (dan ke negara lainnya di dunia) dan menyebarkan banyak fitnah ketika mereka mengenalkan Islam pada penduduk di sini. Mereka menyebarkan fitnah-fitnah itu di universitas-universitas, dan lain-lain. Maka apa hasil yang didapat dari perbuatan mereka itu? hasilnya adalah membuka peluang bagi orang-orang kafir untuk menutup masjid, membubarkan halaqah ilmu dan lain-lain. Lalu apa yang menjadi tuntutan dari hizb ini? mereka tidaklah menuntut akan doktrin-doktrin aqidah dalam dakwahnya. </p>
<p>Mereka menafsirkan Al Qur&#8217;an dengan disesuaikan nafsunya, mereka berkata &#8220;Dan tidaklah Allah menciptakan manusia dan jin kecuali…..untuk menegakkan khilafah dan menegakkan hukum-hukum Islam&#8221; dan &#8220;Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai mereka…..menegakkan khilafah&#8221;. Seolah-olah Allah lah yang berfirman seperti yang dikatakan oleh mereka itu. Padahal, Li ya&#8217;budun (untuk beribadah pada-Ku), dengan kalimat inilah kami ingin mendakwahi (kepada tauhid) orang-orang kafir sebelum terlambat. </p>
<p>Jika ada orang kafir datang kepada mereka, untuk meminta penjelasan tentang Islam. Apakah yang akan mereka lakukan? Apakah mengambil tangannya dan mendakwahinya atau meninggalkannya? Bagi mereka maka lebih baik meninggalkan orang kafir tersebut. Padahal bila datang orang-orang kafir kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, maka beliau shallallahu &#8216;alaihi wa sallam akan mengambil tangannya dan mendakwahinya sampai dia menjadi muslim walaupun satu orang saja. Sebab hal ini akan menyelamatkan dia dari api neraka dan memasukkannya ke dalam surga. Tapi dakwahnya mereka, Hizbut Tahrir, adalah menunda dakwah kepada Tauhid sampai khilafah tegak. </p>
<p>Satu bukti yang sangat jelas mengenai &#8220;kebenaran&#8221; dari sikap mereka yang tidak memperdulikan akan aqidah, adalah mereka bersegera pergi ke Iran (ketika terjadi revolusi Iran) dan mereka pun mengusulkan siapa yang akan menjadi khalifah disana. Tahukah kamu siapa yang mereka usulkan? Dia adalah Khomeini, mereka meminta Khomeini menjadi khalifah. Dan hal ini mereka nyatakan dalam surat kabar mereka, Al Khilafah no.18, jum&#8217;at, 2 januari 1410 H (1989 M). </p>
<p>Dalam surat kabar ini, kami menemukan sebuah artikel berjudul &#8220;Hizbut Tahrir wal &#8216;Imam&#8217; Khomeini&#8221;. Dalam artikel itu mereka berkata &#8220;Kami pergi ke Iran dan mengusulkan agar Khomeini menjadi khalifah umat ini&#8221;. Jadi dengan umat manakah yang mereka inginkan agar kita, kaum muslimin, bekerja sama dan bila tidak bekerja sama maka dihukumi musyrik? Lalu siapakah khalifahnya? Dia adalah Khomeini. </p>
<p>Dalam majalah mereka, Al Wa&#8217;ie, mereka mengatakan bahwa karangan yang berkenaan dengan politik terbesar (terbaik) yang pernah ditulis adalah Al Hukumah Al Islamiyyah, yang ditulis oleh Khomeini. Menurut mereka, ini adalah karya terbesarnya khomeini, sebab dalam karangannya itu dia menyerukan kepada syari&#8217;at dan menetapkan syari&#8217;at (menurut versinya) itu, dan dia mengatakan bahwa tidak ada timur tidak ada barat, tidak ada sunni tidak ada syi&#8217;i, yang ada adalah Islam. Dia membagi Islam menjadi dua dekade (?), dan memberikan harapan akan hal tersebut kepada kaum muslimin yang berada dalam keputus-asaan. Mereka (Hizbut Tahrir) berkata &#8220;bukan berarti Khomeini itu tidak mempunyai kesalahan, tapi sekarang ini bukanlah waktunya untuk membahas hal itu, tapi pergunakanlah waktu itu untuk hal lain&#8221;. Apakah yang lain itu? Yaitu untuk menghantamkan kepala-kepala kaum muslimin dan mendakwahi mereka pada kemusyrikan. </p>
<p>Mereka mengakui dan berkata &#8220;kami telah pergi menemui Khomeini dan menyerukan padanya agar menjadi khalifah dan khomeini pun mengatakan bahwa dia akan memberikan jawabannya pada kita, apakah dia bersedia atau tidak&#8221; Lalu mereka berkata lagi &#8220;kami telah menunggu untuk jawabannya itu, tetapi kami tidak mendapatkannya (dia tidak memberikan jawaban)&#8221;. Dan karena inilah mereka mengkritik penguasa Iran itu. Mereka menyerukan agar Khomeini menjalankan khilafah berdasarkan pada Al Qur&#8217;an dan As Sunnah. Apakah Khomeini menerima Al Qur&#8217;an dan As Sunnah? Apakah orang-orang ini sedang bercanda? Kenapa mereka tidak minta saja pada Clinton dan menyuruhnya untuk melakukan hal yang sama!. </p>
<p>Mereka memuji kitabnya, Al Hukumah Al Islamiyyah, padahal didalamnya dia mencaci Abu Bakar, Umar, Mu&#8217;awiyah dan lainnya. Dia mencaci ipar laki-lakinya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Kenapa hal ini tidak dipermasalahkan oleh mereka (Hizbut Tahrir)? Dia juga mengatakan bahwa &#8220;imam-imam&#8221; kami berada pada tingkatan tertinggi, yang tidak ada nabi ataupun malaikat yang dapat mencapainya (Al Hukumah Al Islamiyyah, halaman 52). Bagaimana bisa dia berkata seperti itu? Bagaimana mungkin imam-imamnya itu lebih baik daripada semua nabi dan malaikat? Tapi hal itu bukanlah sesuatu yang hal yang dipermasalahkan bai Hizbut Tahrir. </p>
<p>Hizbut tahrir dalam kegiatan dakwahnya tidaklah menyinggung permasalahan-permasalahan yang dapat membuat &#8220;jatuhnya&#8221; umat, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Padahal sebenarnya apa yang mereka lakukan itu adalah melawan hukum Allah. Allah berfirman, </p>
<p>&#8220;Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai kaum itu merubahnya (Ar Ra&#8217;d 11). </p>
<p>Mereka ingin merubah keadaan tapi tidak ingin umat ini berubah. </p>
<p>Mereka tidak akan mengatakan kepada umat apa yang menyebabkan umat ini menjadi jatuh dan lemah. Mereka tidak akan berkata &#8220;Kami atau kita umat Islam jatuh karena ketidakpatuhanmu pada Allah&#8221;, &#8220;Kamu sudah tidak tunduk lagi pada Allah&#8221;, &#8220;Kamu tidak lagi menggambarkan nama yang kamu sandang dibahumu&#8221;, &#8220;Kamulah yang menyebabkan jatuhnya umat ini&#8221;, &#8220;Ini semua karena dosa-dosamu&#8221; dan perkataan lainnya. </p>
<p>Mereka tidak mengatakan hal itu, tapi mereka akan mengatakan pada umat bahwa jatuhnya umat ini karena onspirasi musuh. Mereka tidak memfokuskan dakwah mereka untuk memperbaiki apa-apa yang telah dilanggar oleh umat, padahal inilah yang selalu menjadi musuh yang sebenarnya. Dan kami pernah bertanya pada mereka, &#8220;Allah telah menjanjikan kepada kita, umat Islam, kejayaan dan kemenangan. Lalu kenapa setelah Dia memberikan hal itu kemudian menghancurkan kita? Mereka tidak akan menjawabnya. </p>
<p>Mereka ingin agar kita meloncati tahapan awal dalam dakwah, yaitu tarbiyah dan memulainya dengan khilafah sebagai tahapan yang paling awal. Tapi mereka tidak akan berhasil, mereka akan gagal. Sebab tahapan awal dalam berdakwah yang dilakukan oleh para shahabat adalah tarbiyah, sebab membawa nama Islam di pundak kita membutuhkan kesabaran dan lain-lain. Tapi hal yang dekat untuk dilakukan oleh mereka hanyalah untuk menegakkan khilafah dan tidak berbicara tentang selainnya, seperti membicarakan dosa dan lain-lain. Padahal Allah berfirman, </p>
<p>&#8220;Jika kalian bersabar dan bertaqwa, maka yang demikian itu sungguh merupakan hal yang patut diutamakan&#8221; (Ali Imran 186) </p>
<p>Jika kamu bersabar dan takut pada Allah, maka makar musuh tidaklah akan membuatmu merugi!!! Maka apakah kita akan merugi, apa yang akan terjadi pada janji Allah kemudian bila kita bersabar dan bertaqwa pada Allah? Ini adalah janji Allah, maka apa yang akan terjadi kemudian? Dan Allah berfirman, </p>
<p>&#8220;Sembahlah Aku dan janganlah kamu mempersekutukan Aku dengan apapun&#8221; (An Nur 55) </p>
<p>Ada dua syarat disini, yaitu sabar dan takut serta tidak menyekutukan Allah, jika kita berpegang pada dua hal ini maka kita tidak akan merugi. </p>
<p>Tapi mereka (Hizbut Tahrir) membolehkan seorang yang musyrik, yaitu Khomeini, menjadi khalifah!!! Seseorang yang berkata &#8220;Ya Ali…dan lain-lainnya yang mengandung kesyirikan. Benarkah orang-orang ini hanya menyembah pada Allah saja? Tapi hal-hal ini bukanlah sesuatunyang harus dipermasalahkan bagi mereka, sebab yang paling penting bagi mereka adalah khilafah. Kalian tidaklah menerapkan tauhid dalam dakwahmu, setiap kesyirikan adalah bukanlah masalah bagim,u, khilafah yang penting penting. Masing-masing dari mereka tidak faham akan syari&#8217;ah atau mereka mengabaikan hukum Allah. Seharusnya kita mempelajari bagaimana cara mengahadapkan hati-hati kita kepada Pencipta kita. </p>
<p>Ibnu Abbas radhiyallahu &#8216;anhu berkata &#8220;Ya Allah, jauhkanlah aku dari setiap bala&#8217; yang timbul akibat dosa-dosa&#8221;. Dan tidaklah hal ini dapat dicapai kecuali dengan At Taubat. Apa yang dikatakan oleh Ibnu &#8216;Abbas menunjukkan adanya hukum Allah, tapi &#8220;hukum&#8221; Hizbut Tahrir tidaklah menunjukkan adanya hukum Allah. </p>
<p>Mereka tidak keberatan untuk berbicara tentang permasalahan imperialisme. Ya, Amerika adalah syaithan terbesar di dunia. Kita tidak berpendapat tidak boleh mengatakan hal itu, tapi kita katakan &#8220;berhentilah memakai hal-hal yang berbau emosional itu dalam berdakwah dan mulailah untuk mengajari umat ini dengan apa yang harus pertama kali mereka ketahui, yaitu At Tauhid&#8221;. </p>
<p>Tapi jika Amerika itu adalah syaithan terbesar, seperti katamu, lalu kenapa kalian mengatakan bahwa kita dibolehkan untuk meminta bantuan pada syaithan-syaithan itu? Kenapa kalian katakan bahwa meminta bantuan kepada kuffar itu adalah salah satu dari prinsip &#8220;kita&#8221;? Kalian meminta bantuan kepada kuffar untuk melakukan apa? Untuk menegakkan khilafah, apakah syaithan itu akan membantu kalian untuk menegakkan khilafah? Kalian adalah satu-satunya yang berkata bahwa seseorang dibolehkan untuk melakukan perjanjian damai dengan syaithan-syaithan itu (itu yang pertama) dan yang lainnya, adalah kamu katakan bahwa kalian berlepas diri dari hal itu. Lalu kenapa kalian katakan &#8220;pertama, salah satu prinsip kami adalah mencari dukungan kepada kuffar agar mereka memberikan bantuan kepada kita dalam menegakkan khilafah? Maka pada tahun 1978, mereka meminta kepada Qaddafi agar membantunya dalam menegakkan khilafah. </p>
<p>Kemenangan yang mendukung umat ini berbeda dengan kemenangan yang diraih oleh berbagai macam negara. Perancis memukul mundur jerman, Jerman memukul mundur Inggris, mereka mempunyai sistem sendiri-sendiri. Tapi kita mempunyai hukum Allah. Kemenangan dalam Islam itu berhubungan dengan ketundukan, ketaatan, berserah diri kepada Allah dan inilah unsur-unsur sebenarnya dari kemenangan. Kemenangan inilah yang dijanjikan oleh Allah, Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, tapi janji-Nya itu mempunyai syarat-syarat. </p>
<p>Tidak seperti yang ada di orang-orang ini. Sebagian dari mereka ada yang menunjukkan pahanya (memperlihatkan auratnya) dan yang lainnya ada yang tidak sholat. Mereka berkata &#8220;Ini bukanlah masalah, selama dia berkata La Ilaha Ilallah&#8221;, mereka berkata &#8220;Baik, kita katakan pada mereka, kau bersama kami, walaupun kau tidak shalat&#8221;. Dan kami mengetahui beberapa dari anggota Hizbut Tahrir di Yordania dan negara lainnya, mereka tidak sholat. Tapi mereka katakan bahwa hal itu tidak apa-apa selama orang-orang itu berteriak untuk menegakkan khilafah. Maka tidak apa-apa kami (Hizbut Tahrir) bekerja sama dengan mereka. Dan mereka menyatakan bahwa diri-diri mereka adalah yang paling mengetahui tentang permasalahan politik. Salah satu bukti dari pekerjaan dan pengetahuan mereka dalam masalah politik adalah mereka berteriak kepada Saddam Husain (seorang komunis, yang telah membunuh ribuan muslim dan melakukan kekejaman pada muslim), mereka berkata tentangnya &#8220;Subhanallah, dia berjuang melawan syaithan terbesar, yaitu Amerika, maka kami bersamanya&#8221; dan kesesatan-kesesatan lainnya. </p>
<p>Sekarang kita akan membahas beberapa fatwa mereka. Tentang Al Qadha wal Qadar, mereka katakan bahwa kedua hal itu tidak dijelaskan dalam Al Qur&#8217;an dan As Sunnah (Ad Dusiyah halaman 1).<br />
Bersambung ke volume III&#8230;</p>
<p>(Dikutip dari terjemahan Membongkar Selubung Hizbut Tahrir, tulisan Syaikh &#8216;Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah. Url asli www.salafipublications.com Article #GRV0300) </p>
<p>Sumber : <a href="http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=35">http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=35</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/161/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=161&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/membongkar-selubung-hizbut-tahrir-ii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bac3da1188eb8ecc836040e9323a5567?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikrarcakranegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membongkar Selubung Hizbut Tahrir (III)</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/membongkar-selubung-hizbut-tahrir-iii/</link>
		<comments>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/membongkar-selubung-hizbut-tahrir-iii/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 02:14:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikrar Cakranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Salafi]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[salafi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Syaikh &#8216;Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah (www.salafipublications.com Article #GRV0300 Hizbiyyah/Aliran, 20 &#8211; Juni &#8211; 2003, 07:11:31 Padahal Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:&#8221;kebanyakan dari umatku yang mati berdasarkan pada Kitabullah dan Al Qadha wal Qadar dai Allah adalah karenanya al anfus (dicabutnya nyawa)&#8221; (HR. Al Haitsami dalam Majma&#8217;uz Zawa&#8217;id 5/6, Ibnu Hajar menshahihkannya dalam Fathul Bari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=159&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Syaikh &#8216;Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah (www.salafipublications.com Article #GRV0300<br />
Hizbiyyah/Aliran, 20 &#8211; Juni &#8211; 2003, 07:11:31</p>
<p>Padahal Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam bersabda:&#8221;kebanyakan dari umatku yang mati berdasarkan pada Kitabullah dan Al Qadha wal Qadar dai Allah adalah karenanya al anfus (dicabutnya nyawa)&#8221; (HR. Al Haitsami dalam Majma&#8217;uz Zawa&#8217;id 5/6, Ibnu Hajar menshahihkannya dalam Fathul Bari 10/167) </p>
<p>Hizbut Tahrir mengatakan bahwa aqidah Islam yang ada pada Hizbut Tahrir adalah bersadarkan pada akal dan siyasi (Al Iman halaman 68 dan Hizbut tahrir halaman 6). Maka akal orang-orang ini adalah dasar dari agama. Mereka berkata &#8220;kami mengetahui Allah berdasarkan akal kami&#8221;. Tapi bertentangan dengan pernyataan ini, <span id="more-159"></span>adalah pernyataannya Umar Bakri, bahwa salah satu sebab perpecahan di kalangan muslimin adalah ketika sebagian kaum muslimin menggunakan akal dalam membahas permasalahan aqidah (Tafsir surat Al Ma&#8217;idah 5/29). </p>
<p>Mereka menjelaskan bahwa khilafah tidak akan tegak dengan berdasarkan pada akhlaqul karimah, tetapi berdirinya khilafah adalah dengan pengoreksian terhadap doktrin aqidah dan manhaj yang dibawa atau dipraktekkan dalam Islam (At Taqatul Hizbi halaman 1). </p>
<p>Dan dikatakan oleh mereka bahwa dakwah pada akhlaqul karimah tidaklah akan membuat masyarakat menjadi benar dan tidak akan membuat tegaknya khilafah, tapi masyarakat itu akan tegak dikarenakan adanya koreksi pada doktrin aqidah dan tidaklah dengan menyerukan pada akhlaqul karimah (Manhaj Hizbut Tahrir fit Taghyir halaman 26-27). </p>
<p>Maka kita katakan &#8220;Masyarakat itu akan tegak dengan keduanya (aqidah dan akhlaqul karimah), dan Islam menyerukan pada keduanya&#8221;. </p>
<p>Taqiyuddin mengingkari adanya ikatan emosi pada jiwa manusia, tidak ada ikatan bathin. Dia katakan tidak ada ikatan emosi pada jiwa manusia dalam ajaran Islam. Karena pendapatnya inilah, kami melihat Hizbut Tahrir tidak mempunyai kelemah-lembutan dan akhlaqul karimah dalam menghadapi umat. </p>
<p>Dia berkata dalam Nizhamul Islam halaman 61 dan Al Fikrul Islami Al Mu&#8217;asyir halaman 202 bahwa mereka-mereka (para ulama Ahlus Sunnah) yang mengatakan bahwa wanita itu semuanya aurat, maka hal ini adalah bukti dari keruntuhan, perusakan akhlaq, padahal sudah pasti bahwa laki-laki dan perempua itu akan bertemu bersama-sama ketika melakukan transaksi jual-beli. </p>
<p>Lalu dia katakan dalam An Nizham halaman 10 dan 12, bahwa berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram itu tidak akan merusak akhlaq. Dia mengatakan bahwa bila wanita itu berhijab maka hal itu adalah keruntuhan dan perusakan akhlaq, tapi dia berkata bahwa berjabat tangan dengan wanita bukan mahram itu tidak merusak akhlaq. </p>
<p>Mereka mengatakan bahwa Hizbut Tahrir adalah merupakan sebuah kelompok yang mengurusi masalah politik, seluruh kegiatannya adalah berhubungan dengan politik, ini yang mereka katakan. </p>
<p>Kegiatan mereka bukan pada hal tarbiyah, bukan pula pada memberikan targhib dan tarhib, namun semuanya hanyalah yang berikaitan dengan politik (Manhaj Hizbut Tahrir Fit Taghyir halaman 28 dan 31, juga dalam Hizbut Tahrir halaman 25). </p>
<p>Apakah kalian pernah mendengar apa yang mereka katakan itu? Itu yang mereka nyatakan. Mereka berkata &#8220;Kami membolehkan orang-orang untuk membentuk hizb-hizb, berdasarkan pada firman Allah, </p>
<p>&#8220;Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia yang menyeru pada kebaikan dan melarang kejelekan serta beriman kepada Allah&#8221; (Ali Imran 110) </p>
<p>Ini adalah dalil yang mereka pakai, padahal seperti yang mereka katakan, bahwa kegiatan mereka seluruhnya hanya berkaitan dengan politik!!. </p>
<p>Maka kegiatan politik ini telah dijadikan sebagai aqidah bagi mereka, dan karena hal inilah mereka melakukan tawar menawar dengan mubtadi&#8217; (dan juga musyrikin) seperti Syi&#8217;ah, mereka mengatakan bahwa bekerja sama dengan syi&#8217;ah adalah tidak apa-apa. Dan mereka melakukan hal tersebut dengan kuffar Yahudi. </p>
<p>Mereka mengatakan dalam majalahnya, Al Wa&#8217;ie, nomor 75 halaman 23, tahun 1993, bahwa tidak ada perbedaan antara madzhab Syafi&#8217;i dan Hanafi, dan mereka telah salah karena mendalilkan hal ini untuk menjelaskan yang berikutnya, begitu pula Ja&#8217;fari dan Zaidi. </p>
<p>Dan mereka berkata &#8220;dan inilah yang terjadi antara kalangan Sunni dengan Syi&#8217;i, yang sebenarnya ada orang-orang yang berada di belakang perpecahan ini (yang mempunyai maksud tertentu) dan kami harus memerangi orang-orang itu, sebab tidak ada perbedaan antara keduanya, dan siapa saja yang melakukan perbedaan itu maka akan kami lawan&#8221;. </p>
<p>Orang-orang Hizbut tahrir sebenarnya mengetahui apa yang dinyatakan oleh orang-orang syi&#8217;ah tentang &#8216;Aisyah dan para shahabat, mereka mendengarnya di Hyde Park (sebuah tempat di Inggris) dan tetap saja mereka katakan tidak ada perbedaan antara Sunni dan Syi&#8217;i. </p>
<p>Ketika Syi&#8217;ah mencaci maki para shahabat dan mengatakan bahwa para shahabat telah merubah Al Qur&#8217;an, mencaci maki istri Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, ummul mukminin, tapi bagi Hizbut Tahrir ini adalah masalah kecil!! Kenapa bisa seperti itu? Karena berdasarkan pada hal yang paling penting bagi mereka, yaitu permasalahan khilafah. </p>
<p>Mencaci maki para shahabat, mencaci maki para istri Rasul, menuduh para shahabat telah merubah Al Qur&#8217;an adalah hal kecil dibandingkan dengan permasalahan yang &#8220;paling besar&#8221;, apakah itu? Masalah khilafah. </p>
<p>Itulah yang menyebabkan kenapa mereka mengatakan bahwa kitab yang terbaik adalah Al Hukumah Al Islamiyyah padahal didalamnya terdapat kekufuran dan pernyataan bahwa melawan Sunni adalah merupakan aqidah bagi Syi&#8217;i, karena aqidah syi&#8217;i itu cocok dengan aqidahnya mereka. Tapi Hizbut Tahrir tidak mau tahu tentang hal itu dan memilih untuk mengabaikannya. </p>
<p>Oleh karena itu, mereka (Hizbut Tahrir) dapat ditemukan di Qum, tempat dimana Khomeini hidup. Mereka mengira bahwa di sana dapat ditegakkan khilafah. </p>
<p>Seperti yang telah kami katakan sebelumnya, mereka mengatakan bahwa Allah membolehkan umat Islam untuk mendirikan hizb-hizb, dengan berdalil dengan surat Ali Imran ayat 110. </p>
<p>Tapi lihat apa yang mereka katakan &#8220;Sesungguhnya amar ma&#8217;ruf nahi munkar tidak bisa dijalankan kecuali sebelumnya telah ditegakkan khilafah dan hukum-hukum Islam&#8221; (Manhaj Hizbut Tahrir Fit Taghyir halaman 21). Lalu andai amar ma&#8217;ruf nahi munkar itu tidak bisa dijadikan sebagai suatu cara, kanapa kalian masih menukil ayat itu?. </p>
<p>Dan Umar Bakri pun mengatakan hal yang sama pada Tafsirnya Surat Al Ma&#8217;idah 2/233. Mereka katakan bahwa kegiatan mereka total pada permasalahan politik. </p>
<p>Maka kita katakan pada mereka. Apakah Salafus Shalih tidak pernah mendengar ayat ini sebelumnya? Kalaupun mereka (Salafus Shalih) mendengar, apakah mereka mendirikan kelompok sendiri-sendiri? Apakah mereka memahami ayat itu seperti pemahamanmu? Tentu saja tidak, sebaliknya pemahamanmu ini bukanlah dalam rangka memahami ayat, tapi dalam rangka merusak ayat. </p>
<p>Kami pun mengetahui bahwa kelompok yang bergerak dalam permasalahan politik bukan hanya Hizbut Tahrir saja, tapi juga ada Ikhwanul Muslimin. Mereka juga mengatakan boleh untuk membuat kelompok-kelompok dan mereka pun menukil ayat yang sama. </p>
<p>Mereka adalah biang pembuat perpecahan umat. Mereka masing-masing membuat kelompok, lalu mereka pun berpecah belah dan akhirnya saling benci satu sama lainnya. Ini adalah suatu pemahaman yang menyelisihi Salaf. </p>
<p>Rasulullah berkata bahwa jika ada dua khalifah yang dibai&#8217;at, maka salah satunya harus dibunuh. Tapi mereka katakan bahwa hadits ini ahad. Siapakah yang memberitahumu bahwa para shahabat tidak menerima hadits ahad? </p>
<p>Kita telah menjelaskan pada mereka (Hizbut Tahrir) tentang salahnya pendapat ini selama bertahun-tahun. Maka berikanlah pada kami, ucapan-ucapan dari Rasulullah Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam, shahabat, tabi&#8217;in dan yang selainnya bahwa hadits ahad tidak bisa diambil dalam permasalahan aqidah? Mereka katakan bahwa haram mengambil hadits ahad dalam permasalahan aqidah tapi haram meninggalkan hadits ahad dalam permasalahan ahkam!! Apakah ini bukan suatu pertentangan? </p>
<p>Maka disini ada pertanyaan penting yang harus ditujukan pada mereka. Mereka sering mendengung-dengungkan ayat, </p>
<p>&#8220;Dan hendaklah ada di antara kamu, segolongan umat yang menyeru pada kebajikan, menyeru yang ma&#8217;ruf dan mencegah dari yang munkar. Mereka lah orang-orang yang beruntung&#8221; (Ali Imran 104) </p>
<p>Lalu bagaimana bisa ayat ditafsirkan dan hendaklah ada segolongan dari Hizbut Tahrir? Sekarang kita katakan, apakah umat ini ada sebelum lahirnya Taqiyuddin An Nabhani? Tentu saja, umat ini sudah ada sejak jaman Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa sallam. Lalu kenapa kita perlu pada Taqiyuddin dan Hizbut Tahrir? </p>
<p>Apakah merupakan suatu kebaikan jika membolehkan membentuk partai-partai dalam Islam, di dalam umat ini sedangkan kalian melarangnya di dalam tubuh kalian (di dalam Hizbut Tahrir)? </p>
<p>Dan sungguh menakjubkan orang-orang ini, yang mereka sebenarnya mendakwahkan pada perpecahan. Mereka berteriak agar umat ini bersatu, tapi mereka sendiri terpecah-belah. </p>
<p>Mereka seharusnya tidak boleh melakukan hal ini. Jika kalian ingin agar umat ini bersatu, maka hal yang pertama yang harus kalian lakukan adalah pergi dan kutuklah hizb kalian (dan membubarkannya), lalu setelah itu barulah kalian berdakwah untuk bersatu. </p>
<p>Hal lainnya, adalah mereka selalu mendengung-dengungkan ayat di atas (Ali Imran 104), tapi apakah mereka terlihat, secara dhahir, melakukan amar ma&#8217;ruf nahi munkar? Tidak, mereka hanya melakukan hal itu untuk kepentingan diri-diri mereka dan kelompoknya saja. </p>
<p>Seseorang yang tidak mempunyai sesuatu maka tidak akan dapat memberikan apa pun. Jika aku tidak mempunyai uang maka tidak dapat memberikan uang. Jika mereka (Hizbut Tahrir) tidak mempunyai sunnah, maka sunnah apakah yang akan mereka berikan pada umat. </p>
<p>Menurut mereka, semua bagian dari dunia ini adalah darul kufr. Mereka katakan bahwa tidak ada lagi wilayah Islam saat ini, sebab semuanya adalah tempat kufr. Apakah benar mereka berkata seperti ini? apakah kalian setuju dengan mereka? </p>
<p>Aku telah membaca tulisan mereka dalam kitab-kitab mereka, mereka katakan &#8220;Tanah yang ditempati Muslimin sekarang adalah darul kufr, walaupun orang-orang yang menempatinya muslim&#8221; (Hizbut Tahrir, halaman 32 dan 103). Mereka tidak memasukkan Makkah dan Madinah sebagai wilayah muslim! </p>
<p>Apakah mereka katakan padamu kecuali Makkah dan Madinah? Aku akan memberikan pengalaman pribadiku, salah seorang dari mereka berkata padaku, &#8220;semua orang selain yang tinggal di Makkah dan Madinah adalah bukan muslim dan wilayah tempat tinggal mereka yang tinggali pun bukanlah Darul Islam (Ad Daulah Islamiyyah halaman 55, Mitsaqul Ummah halaman 14 dan 44, Manhaj Hizbut Tahrir halaman 10-11).</p>
<p>Dari semua sumber rujukan tersebut dikatakan bahwa semua tempat adalah darul kufr dan semua masyarakatnya adalah kufr. Ini berarti tidak ada muslimin!! Salah seorang dari saudara kita bertanya pada salah seorang pemimpin mereka, &#8220;apakah ada pada saat ini darul Islam?&#8221;, dia (pemimpin Hizbut Tahrir) berkata &#8220;Tidak Ada&#8221;, lalu saudara kita berkata:&#8221;Tapi aku ingin hijrah&#8221; dia berkata &#8220;ini tidaklah mungkin&#8221;. Lalu dimanakah kemudian darul hijrah itu? Apakah Makkah dan Madinah bukan tempat Islam? Lalu kenapa kalian (Hizbut Tahrir) pergi ke London? </p>
<p>Ada beberapa fatwa yang mereka berikan (Jawab wa sual, 24 rabi&#8217;ul awal 1390 dan juga 8 muharram 1390). Mereka menjelaskan bahwa laki-laki dibolehkan untuk mencium wanita non muslim. Dan aku bersumpah bahwa mereka menyetujui hal ini. </p>
<p>Salah seorang saudara kita yang baru masuk Islam diberikan penjelasan ini bahwa dia boleh mencium wanita non muslim. Mereka berkata bahwa boleh untuk melihat foto (gambar) wanita telanjang (b****l), mereka katakan &#8220;Toh ini hanyalah gambar&#8221;. Mereka katakan bahwa itu bukanlah wanita tapi hanyalah gambar. </p>
<p>Kemudian mereka berkata bahwa dibolehkan untuk menjabat tangan wanita lainnya, yaitu ketika melakukan bai&#8217;at, sebab tidak ada perbedaan antara wanita dan pria dalam hal ini (Al Khilafah halaman 32). </p>
<p>Hal yang ingin saya jelaskan sekarang adalah, aku telah melihat mereka dan datang ke tempatku. Dan mereka mengatakan tentang hadits dari &#8216;Aisyah. &#8216;Aisyah berkata &#8220;Tidak, Wallahi. Rasulullah tidak pernah menyentuh tangan wanita (selain mahram)&#8221;.</p>
<p>Dan mereka katakan bahwa &#8220;Tidak, dia (&#8216;Aisyah) telah salah&#8221;. Aku telah mendengarnya langusng dari Umar Bakri dan aku mempunyai rekamannya. Dia katakan bahwa &#8216;Aisyah telah salah, dia salah dalam menyatakan hal ini&#8221;. Maka manakah yang benar, apakah perkataan &#8216;Aisyah atau dia? </p>
<p>Apakah kamu hidup di jaman Rasulullah? Bagaimana mungkin kau bisa berkata seperti ini. Padahal hadits ini diriwayatkan oleh Al Bukhari!!. Mereka membantah perkataan &#8216;Aisyah dengan perkataannya Ummu &#8216;Athiyah bahwa Rasulullah memanjangkan tangannya dari luar rumah dan para wanita memberikan padanya tangan-tangan mereka. </p>
<p>Tapi riwayat Ummu &#8216;Athiyah ini adalah mursal, yang berarti dha&#8217;if. Hal ini telah dijelaskan oleh An Nawawi (Syarh Shahih Muslim, 1/30) dan juga Ibnu Hajar Al Asqalani (FatHul Bari 8/636). Beliau (Ibnu Hajar) mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh &#8216;Aisyah adalah merupakan hujjah (bantahan) terhadap apa-apa yang diriwayatkan oleh Ummu &#8216;Athiyah mengenai Rasulullah memanjangkan tangannya untuk berjabat tangan dengan para wanita. </p>
<p>Apakah mereka (Hizbut Tahrir) tidaklah merasa cukup dengan hadits Rasulullah &#8220;Aku tidak pernah berjabat tangan dengan wanita&#8221;. Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Hibban (1597), An Nasa&#8217;i (7/149), Ibnu Majah (2874). Tapi tetap saja hal ini tidak mencukupi mereka. </p>
<p>Apa yang akan aku katakan pada seorang wanita adalah sama dengan yang akan aku katakan pada ratusan wanita tentang bai&#8217;at ini. </p>
<p>Bahwa Rasulullah tidak membai&#8217;at wanita kecuali dengan ucapan (bukan berjabat tangan) (HR. Muttafaq &#8216;alaih), dan juga perkataan beliau &#8220;Andaikata kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum besi, maka itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tak halal baginya&#8221; (HR. Al Baihaqi, dishohihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no.226). </p>
<p>Kendati pun demikian, mereka tetap menyatakan boleh untuk berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram!! </p>
<p>Maka aku katakan pada mereka, dengan menukil ucapan yang sering mereka dengung-dengungkan pada penguasa, &#8220;Berhukumlah dengan apa yang telah diturunkan oleh Allah!&#8221;. Dan kami katakan pada mereka &#8220;(salah satu) Hukum Allah adalah tidak berjabat tangan dengan wanita bukan mahram, jika kalian tidak berhukum dengan hukum Allah, maka kalian tidak akan bisa menegakkan hukum Allah&#8221;. </p>
<p>Dan ini berarti bahwa kita harus bersikap tunduk, patuh dan ta&#8217;at pada hukum Allah, dan jika kitatidak mendasarkan diri pada hukum Allah, maka apa yang aka terjadi nantinya, bagaimana kita bisa mendakwahi orang lain, bagaimana kita bisa mencapai keunggulan dan kepemimpinan. Imam An Nawawi berkata &#8220;jika hal itu terlihat, maka haram untuk menyentuhnya&#8221; (Syarhul Minhaj 6/195)<br />
(Kaset pertama selesai di sini)</p>
<p>Sumber : <a href="http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=36">http://salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=36</a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=159&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/29/membongkar-selubung-hizbut-tahrir-iii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bac3da1188eb8ecc836040e9323a5567?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikrarcakranegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Utopisme dan Irasionalitas Sistem Khilafah</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/utopisme-dan-irasionalitas-sistem-khilafah/</link>
		<comments>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/utopisme-dan-irasionalitas-sistem-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 17:11:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikrar Cakranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Pradana Boy ZTF Proliferasi gerakan Islam berideologi kanan di Indonesia beberapa tahun belakangan, membuka kembali perdebatan tentang khilafah Islam. Ini terjadi karena Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), salah satu eksponen gerakan Islam ideologis di Indonesia, mengusung gagasan perlunya kembali ke sistem khilafah sebagai solusi semua problem yang dihadapi bangsa-bangsa dunia, termasuk Indonesia. Tulisan ini bermaksud [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=157&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh Pradana Boy ZTF </p>
<p>Proliferasi gerakan Islam berideologi kanan di Indonesia beberapa tahun belakangan, membuka kembali perdebatan tentang khilafah Islam. Ini terjadi karena Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), salah satu eksponen gerakan Islam ideologis di Indonesia, mengusung gagasan perlunya kembali ke sistem khilafah sebagai solusi semua problem yang dihadapi bangsa-bangsa dunia, termasuk Indonesia. Tulisan ini bermaksud mengkaji utopisme dan irasionalitas adopsi sistem khilafah Islam dalam konteks modernitas. </p>
<p>Irasionalitas mengadopsi sistem khilafah dalam konteks masa kini, sebenarnya bisa diidentifikasi melalui pelacakan setting dan struktur sosial suatu masyarakat. Kajian tentang sejarah pembentukan dan evolusi bentuk-bentuk pemerintahan di negara-negara Arab yang dilakukan Nazih al-Ayubi (1995)<span id="more-157"></span> dalam Overstating Arab States, bisa dijadikan salah satu contoh. Al-Ayubi menggunakan kerangka teori Marxisme tentang mode of production untuk menganalisis evolusi sistem kenegaraan di dunia Arab. Tapi yang terjadi ketika menggunakan kerangka teori tersebut? Kegagalan dalam menjelaskan fenomena yang terjadi di Arab sana. Kerangka teori Marxisme mengidentifikasi bahwa suprastuktur negara sangat ditentukan oleh basis masyarakat. Oleh Marx, basis itu tidak lain adalah mode of production dan relasi antar para pemilik sarana-sarana produksi. </p>
<p>Di masyarakat Barat di mana Marx menelurkan gagasannya, sarana produksi lebih bersifat modern. Tapi dalam masyarakat Arab pra-Islam, mode of production seperti yang diandaikan Marx tidaklah ada. Yang berlangsung adalah apa yang disebut dengan Asiatic mode of production atau model produksi Asia, di mana pemilik unsur-unsur produksi adalah tribe (suku). Yang dimiliki tidak lain adalah tanah. Penguasaan unsur produksi pada akhirnya ditentukan oleh pemilikan atas tanah. Untuk membuktikan bahwa basis menentukan suprastruktur, pendekatan Marxian bisa diterapkan di sini. Karena dominasi pemilikan tanah ada di tangan suku, maka proses penentuan suprastruktur negara sangat ditentukan oleh ikatan-ikatan primordial yang kemudian dikenalkan oleh Ibn Khaldun dengan nama ashabiyah (fanatisme). Dalam konteks inilah, Ibn Khaldun kemudian mengintrodusir gagasan bahwa satu-satunya jalan untuk mengontrol negara adalah dengan peperangan, sehingga terjadi pergeseran pola produksi dari Asiatic mode of production kepada tributary, military atau conquest mode of production. Lahirnya imperium Islam, sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari mode produksi seperti ini. Jika dilihat secara kasar, tributary mode of production ini sebenarnya terjadi dalam satu sistem pemerintahan bernama khilafah. </p>
<p>Dalam konteks ini, simplifikasi khilafah sebagai sistem pemerintahan yang terbaik menjadi sangat ahistoris. Dengan melihat struktur sosial di atas, khilafah sama sekali bukan sistem Islam. Ia adalah produk zaman, di mana sistem kenegaraan didasarkan tribe atau puak sangat mendominasi. Lahirnya sistem khilafah adalah evolusi dari sistem dan mekanisme yang berkembang dalam tradisi masyarakat Arab pra-Islam. Karena itu, dia mengandung unsur-unsur partikularistik yang tidak bisa diadopsi begitu saja dalam konteks masyarakat yang memiliki sistem sosial yang berbeda. </p>
<p>Karena itu, jika khilafah diklaim sebagai sistem pemerintahan Islam yang universal, sesungguhnya akan mudah saja bagi kita menemukan sistem itu dipraktikkan di seantero Arab yang memiliki hubungan genealogis erat dengan sejarah kelahiran khilafah. Tapi yang terjadi adalah, hampir tidak ada negara-negara Timur Tengah yang mengadopsi sistem khilafah sebagai sistem negara modern. Tidak sedikit yang justru beralih mengadopsi sistem republik atau republik demokratis. Ini menunjukkan bahwa sistem bernegara adalah sesuatu yang bersifat evolutif dan merupakan human construction atau konstruksi manusia yang tidak terlalu jauh melibatkan Tuhan. </p>
<p>Dengan menjadikan negara-negara Arab sebagai objek pengamatan, Ibn Khaldun juga sampai pada kesimpulan bahwa terdapat lima tahapan perkembangan dan keruntuhan suatu negara: konsolidasi, tirani, eksploitasi hak-hak istimewa, perdamaian serta desolusi, dan pembusukan (Fakhry, 2003: 342). Pada tahapan yang terakhir ini, kekuasaan akan mengalami pembusukan, karena menurut Ibn Khaldun, telah terjadi penyalahgunaan hak milik publik untuk kesenangan penguasa (monarch). </p>
<p>Apa yang diidentifikasi Khaldun ini tentu terjadi dalam sebuah konteks di mana khilafah menjadi sistem dominan bagi bangsa-bangsa Arab di masa lampau. Karena besarnya potensi penyimpangan yang luar biasa pada sistem khilafah itulah, menjadi maklum kalau negara-negara Arab belakangan ini mulai melirik demokrasi sebagai sistem alternatif (Richard N. Hass, 2003). </p>
<p>Tentu demokrasi tidak sepenuhnya baik. Tapi sampai hari ini, demokrasi selalu dirujuk sebagai sistem pemerintahan terbaik. Di banding sistem pemerintahan lainnya, demokrasi termasuk yang paling reliable atau andal. Dan dalam demokrasi sendiri, terdapat varian-varian yang cukup beragam. Tapi keragaman varian itu sah saja sepanjang nilai-nilai dasar demokrasi tetap diberlakukan. </p>
<p>Tapi sementara kelompok menolak demokrasi atas dasar keyakinan bahwa hukum Tuhan adalah hukum terbaik. Gagasan ini sangat utopis dan terlampau abstrak. Bagaimana hukum Tuhan yang abstrak itu akan diberlakukan untuk menangani persoalan-persoalan kemanusiaan, kalau tidak juga melewati campur tangan manusia. Sementara pada awal pewahyuan saja hukum-hukum Tuhan itu masih memerlukan penjelasan teoretik dan praksis dari Nabi, apatah lagi di masa kita yang hidup di alam yang jauh dari Nabi. Penafsiran hukum-hukum Tuhan tidak pernah bisa dielakkan. Dalam konteks itu, demokrasi juga dapat disebut sebagai kreasi manusia untuk mengaktualisasi hukum Tuhan dalam konteks profanitas kehidupan manusia. Demokrasi tidak bermakna hilangnya suara Tuhan. </p>
<p>Bahwa Islam punya banyak sistem dalam mengatur kehidupan, tentu bisa dibenarkan. Tapi klaim bahwa Islam punya sistem bernegara yang lebih baik juga kesimpulan yang terburu-buru. Namun demikian, Islam punya hak dan potensi untuk mengadopsi nilai-nilai demokrasi yang tidak destruktif. Di luar soal dari mana demokrasi berasal, nilai-nilai demokrasi sebenarnya sangat kompatibel dengan Islam. Karena itu, yang diperlukan bukan semata-mata mengadopsi demokrasi ala Barat itu, melainkan melakukan “ekstraksi” sehingga nilai-nilai demokrasi yang sudah universal pada dasarnya itu bisa bertemu dengan gagasan Islam yang rahmatan lil `alamin. </p>
<p>Para filosof muslim telah memberikan teladan, bagaimana melakukan akselerasi warisan filsafat Yunani dengan nilai-nilai genuine Islam, sehingga lahirlah filsafat Islam yang kaya dan sarat dengan nilai-nilai Islam. Tapi meski begitu, mereka juga tidak menafikan perujukan terhadap filsafat Yunani sebagai inspirasi. Pilihan untuk meninggalkan sistem khilafah dan menggantinya dengan demokrasi justru menunjukkan kekayaan Islam dan fleksibilitas agama ini dalam melakukan akselerasi dengan perubahan. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/157/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=157&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/utopisme-dan-irasionalitas-sistem-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bac3da1188eb8ecc836040e9323a5567?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikrarcakranegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Khilafah Islam Dalam Sorotan</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/khilafah-islam-dalam-sorotan/</link>
		<comments>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/khilafah-islam-dalam-sorotan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 17:00:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikrar Cakranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[JIL]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[ziahulhaq]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ziahulhaq Dikalangan sebahagian para aktivis Islam ada asumsi kuat bahwa khilafah merupakan satu-satu jargon yang paling layak dalam wacana kepemimpinan dalam Islam, atau dalam konteks global mencakup dunia secara keseluruhan. Memang harus diakui sungguh sangat menarik untuk mendiskursuskannya secara lebih integral, karena selalu saja ada muncul kesan bahwa keislaman yang utuh apabila dibangun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=155&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Ziahulhaq</p>
<p>Dikalangan sebahagian para aktivis Islam ada asumsi kuat bahwa khilafah merupakan satu-satu jargon yang paling layak dalam wacana kepemimpinan dalam Islam, atau dalam konteks global mencakup dunia secara keseluruhan. Memang harus diakui sungguh sangat menarik untuk mendiskursuskannya secara lebih integral, karena selalu saja ada muncul kesan bahwa keislaman yang utuh apabila dibangun kerangka yang terkesan qurani, seperti khilafah disebut merupakan inspirasi dari ajaran Islam itu sendiri walaupun sudah 14 abad berlalu saat supremasi peradaban dunia ditangan umat Islam yang tentunya menurut ukuran masa tentunya sudah sangat ‘sepuh’ apabila dihadapkan realitas kekinian dan kedisinian.<span id="more-155"></span></p>
<p>Sehingga tentunya menurut hemat penulis minimal ada dua pendukung kenapa wacana khilafah tetap hangat dibicarakan. Pertama. Khilafah sebagai entitas Islam yang selalu dipahami sebagai bagian dari Islam itu sendiri, Kedua. Khilafah sebagai simbol kepemimpinan dalam Islam. Apabila dilihat secara lebih luas bahwa khilafah sebagai entitas bagian ajaran Islam masih debatable dikalangan sarjana muslim antara menolak dan menerima (bandingkan misalnya pemikiran Taha Husain dengan Al-Mawdudi) sebagai indikasi tidak eksplisitnya ke-khilafah-an dalam Islam. Demikian juga memaknai khilafah sebagai simbol kepemimpinan Islam dalam lintas sejarah sendiri dilihat bahwa sistem khilafah tidak lagi mencerminkan nuansa keislaman, bahkan Ibn Khaldun dalam al-Muqaddimah lebih cenderung melihat sistem kepemimpinan pasca Nabi khususnya masa pemerintahan Dinasti kalau itu disebut sistem khilafah sudah tidak sesuai lagi dengan ajaran Islam.</p>
<p>Dari itulah kiranya tidaklah terlalu berlebihan untuk mempertanyakan ulang eksitensi khilafah dengan segala bentuk sistemnya sebagaimana ada asumsi kuat bagi kalangan aktivis muslim merupakan satu-satunya kepemimpinan dunia yang mampu menata kehidupan yang lebih baik dari semua sistem yang ada di dunia ini, bahkan lebih jauh menurut hemat penulis belum ditemukan adanya satu harakah atau organisasi keagamaan yang mampu merealisasikanya sebagaimana ‘mimpi’ Al-Mawdudi dengan Jami‘ah al-Islamiyah yang kandas ditengah jalan saat berhadapan dengan alam nyata dalam artian hanya mampu mewarnai Pakistan sebagai bukti sederhana bahwa khilafah merupakan ‘mimpi’ yang tidak pernah menjadi kenyataan.</p>
<p>Tulisan ini dimaksudkan tidaklah secara keseluruhan menganalisis aspek yang ada dalam khilafah, melain mengambil tema-tema yang dianggap penting sebagai uji coba validitas akan keargumenan dari konsep khilafah tersebut sebagai upaya untuk menemukan formula sistem negara yang baik dalam bentuk aksi yang mampu menyeimbangkan kebutuhan bersifat politis dengan ajaran Islam, sekaligus sangat tidak mungkin akan terjadi sebaliknya, dan tentunya dengan tulisan ini diharapkan mampu untuk melihat secara lebih terang realitas sebenarnya dalam kehidupan antara kepentingan politik dan Islam, atau melakukan depolitisasi Islam sebagaimana yang ditawarkan sebagian sarjana Islam supaya dapat diseimbangkan.</p>
<p>Khilafah: Sebuah Kritik</p>
<p>Untuk memulai kritik ini penulis memulai dengan kembali mempertanyakan ulang apa yang dimaksud khilafah dalam banyak tulisan aktivis Islam yang selalu disebut-sebut sebagai sistem negara dalam Islam yang menerapkan hukum syari‘ah dibawah pimpinan seorang khilafah, apabila dipahami secara cermat bahwa terbangunnya khilafah didasarkan adanya negara Islam yang dalam kajian politik Islam belum ditemukan adanya kerangka negara Islam tersebut secara ekplisit, karena selalu saja terbentur kepada sistem apa yang digunakan didalamnya, bahkan sebagian kalangan sarjana masih meragukan apakah pondasi negara Islam yang dibangun Nabi priode Madinah dapat dikatakan sudah menjadi sebuah negara dalam kacamata politik modern yang sangat terkait pada beberapa kriteria (adanya luas daerah, undang-undang, dan pengakuan negara lain, dan lain-lain), serta perlu ditegaskan bahwa negara umumnya dibangun berdasarkan kepentingan politis semata khususnya kekuasaan yang sangat bertentangan dengan prinsip Islam sebagai ajaran.<br />
Sedangkan pada aspek kepemimpinan seorang khilafah sebagaimana yang diasumsikan oleh kalangan yang mengakui aktivis Islam merupakan syarat terbangunnya khilafah Islam sangat sulit untuk diterima sebagaimana sulitnya merumuskan negara Islam itu sendiri, sehingga apabila diakui adanya kepemimpinan khilafah tentunya akan sangat terkait dengan sistem apa yang dilakukan dalam pengangkatan khilafah tersebut yang mana apabila dirujuk kepada sistem pengangkatan pemimpin yang dilakukan dikalangan Dinasti Umayah dan Abbasiyah lebih mendekati kepada sistem monarchi yang jelas sangat bertentangan dengan prinsip Islam tentang kebebasan menjadi memimpin, dan karena ini jugalah tidak mengherankan kalau Nabi sendiri tidak membuat formula dalam sistem pengangkatan pemimpin, karena kepemimpinan sangat terkait dengan kemampuan dan kepentingan praktis.</p>
<p>Selanjutnya kalaulah disebut negara khilafah merupakan kekuatan politik praktis yang berfungsi untuk menerapkan hukum Islam, serta mengembangkan dakwah dan jihad yang mana apabila diikuti alur pemikiran diatas khususnya membedakan antara kepentingan politik dengan kepentingan Islam bahwa seharusnya politik sebagai ‘kenderaan’ untuk mensukseskan realisasi seperangkat ajaran Islam, akan tetapi ‘sihir’ politik terkadang lebih kuat dari pada ambisi keislaman sering terjadi sebagaimana ada asumsi sebagian kalangan orientalis bahwa orang Islam apabila berkuasa lebih cenderung untuk melakukan otoriter, akan tetapi menurut penulis naluri untuk melakukan otoriter bukan hanya dikalangan orang Islam, melainkan semua orang sangat berpotensi untuk melakukan hal tersebut, dan realitas inilah menimbulkan kuat dugaan bahwa sebagaian kalangan selalu berupaya untuk memisahkan kepentingan politik dengan Islam.</p>
<p>Demikian juga apabila diakui kerangka pemikiran yang mengatakan sistem khilafah Islam adalah pemerintahan Islam yang berbeda dengan republik, monarchi (kerajaan), atau imperium (kekaisaran). Khilafah merupakan kepemimpinan umum bagi kaum muslim di seluruh dunia, dan istilah lain dari khilafah adalah Imamah. Pada posisi ini jelas terlihat akan keeksklusifan sistem pemerintahan yang ditawarkan khilafah hanya terkait dengan istilah khilafah, tetapi tidak memiliki konsep yang tegas akan pemerintahan yang diinginkannya. Lebih lanjut kalau seandainya dikatakan berbeda dengan sistem pemerintahan konvensional yang dianut masyarakat dunia ada kemungkinan khilafah tidak lebih baik dari sistem yang ada, sebagaimana umpanya pemerintahan republik dan kerajaan menawarkan demokrasi sebagai sistem pelaksanaan politik pratisnya tentunya dengan demokrasi tersebut akan mampu menyahuti semua aspirasi kepentingan yang berbeda di dalamnya yang mungkin tidak dimiliki oleh khilafah.</p>
<p>Lebih tegas lagi kalangan ‘pengagum’ khilafah menyatakan dengan optimis kewajiban mendirikan khilafah didasarkan kepada dua argumen, yaitu. Pertama, syari‘ah Islam tidak bisa diamalkan secara sempurna (kaffah), jika tidak dengan sistem khilafah. Kedua, kaum muslimim diharamkan untuk tunduk kepada orang kafir apa lagi yang menjadikannya sebagai pemimpin (wali). Akan tetapi melihat lebih realistis bahwa kesempurnaan pengamalan Islam tidak tergantung kepada khilafah, karena pemaknaan kaffah (totalitas) sangat kondisional, sebagaimana umpamanya dalam Islam selalu dituntut pelaksanaannya sebatas kemampuan yang dimiliki manusia (Lihat Q.S. 2: 286, 233, dan Q.S. 65: 7).</p>
<p>Demikian juga nampaknya larangan untuk tunduk kepada orang kafir tidaklah didasarkan kekafiran semata, melainkan adanya upaya propaganda untuk menghacurkan Islam dan umatnya berbeda halnya di negara sekuler dan liberal yang tidak menjadikan isu agama sebagai hal yang urgen dalam kehidupan, sebenarnya sangat menguntungkan dari sisi perkembangan ajaran agama itu sendiri sebagaimana perkembangan Islam di Barat yang setiap saat mengalami peningkatan, karena tidak dianggap ancaman bagi negara tersebut, dan makanya oleh Ibn Taimiyah sendiri digaris bawahi dalam al-Siyâsah al-Syarî‘ah bahwa lebih baik dipimpin oleh pemimpin zalim (mungkin termasuk kategori kafir di dalamnya), dari pada tidak memiliki pemimpin sama sekali sebagai indikasi bahwa kepemimpinan sangat tergantung kepada keputusan teknis semata, bukan merupakan syarat dalam pelaksanaan ajaran Islam.</p>
<p>Penutup</p>
<p>Dengan demikian wacana khilafah sebagai sistem kepemimpinan dalam Islam atau dalam wawasan yang lebih luas memimpin dunia menurut hemat penulis merupakan ‘mimpi’ yang tidak mungkin terwujud sebagaimana ketidak jelasan dari sistem yang ditawarkan baik konsep khilafah hingga bentuk negara ataupun sistem pemerintahannya sebagai bukti bahwa Islam tidak melihat kepada sistem pelaksanaan pemerintahan harus terkait dengan Islam, melainkan diserahkan kepada kemampuan manusia untuk membangun dan menemukan semaksimalnya dengan dilandaskan kepada prinsip umum, seperti keadilan, egalitarisme, kerakyatan, dan lain-lain sangat sejalan dengan cita Islam sebagai penyelamat kemanusiaan dan alam semesta secara keseluruhan.[] </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=155&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/khilafah-islam-dalam-sorotan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bac3da1188eb8ecc836040e9323a5567?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikrarcakranegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Say NO to KHILAFAH!</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/say-no-to-khilafah/</link>
		<comments>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/say-no-to-khilafah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 16:33:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikrar Cakranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Windu Haribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Windu Haribadi Semakin dipelajari sistem khilafah yang ada yang bias dalam ide utopis tersebut. Dengan serangkaian dasar hukum yang mengutip ayat-ayat Qur&#8217;an memesona orang-orang yang tidak menggali lebih dalam efek yang bisa ditimbulkan apabila ide tersebut dibiarkan berkembang atau bahkan diterima sebagai pengganti dasar negara. Satu hal yang pasti dengan kalimat singkat adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=152&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Windu Haribadi</p>
<p>Semakin dipelajari sistem khilafah yang ada yang bias dalam ide utopis tersebut.</p>
<p>Dengan serangkaian dasar hukum yang mengutip ayat-ayat Qur&#8217;an memesona orang-orang yang tidak menggali lebih dalam efek yang bisa ditimbulkan apabila ide tersebut dibiarkan berkembang atau bahkan diterima sebagai pengganti dasar negara.</p>
<p>Satu hal yang pasti dengan kalimat singkat adalah &#8216;penjajahan model baru&#8217;.</p>
<p>Kalo selama ini ide yang mereka lawan dengan getol adalah penjajahan atau hegemoni barat atas mayoritas negara2 Islam, maka apa beda ide khilafah dengan barat? Karena hingga kini tidak ada kejelasan siapa pemimpin mereka. <span id="more-152"></span>Tapi bila kita amati dengan cermat seluruh rujukan yang menjelaskan tentang khilafah dan bagaimana penolakan mereka atas Pancasila dan UUD45 maka yang bisa saya simpulkan adalah &#8220;kita hendak digiring untuk menjadi bangsa yang kembali terjajah&#8221; hanya kali ini penjajahnya adalah orang Arab bukan Belanda.</p>
<p>Dan kita semua tahu melalui catatan sejarah seenak-enaknya dijajah lebih enak merdeka. Karena dalam kemerdekaan kita mengenali jati diri bangsa kita, budaya bangsa dan kebiasaan yang telah mengakar dalam jiwa bangsa mendapatkan hak-haknya.</p>
<p>Orang-orang yang mengaku sebagai pro khilafah adalah orang-orang yang tertipu oleh pan-arabisme hingga mereka dibutakan dari melihat nilai-nilai Tauhid, keadilan, kemanusiaan, musyawarah, persatuan yang terdapat dalam akar budaya bangsa (baca: Pancasila) dan sama sekali tidak bertentangan dengan ajaran Qur&#8217;an.</p>
<p>Kalau sila pertama dipermasalahkan hanya karena dihilangkannya ayat syariat&#8230; Itu menunjukkan ketidak-bijaksanaan penganut paham pro khilafah. Karena dihilangkannya ayat tersebut menunjukkan pengakuan seutuhnya bahwa memang Tuhan itu Esa dan tiada sekutu bagiNya. Sementara bila dimasukkan ayat tersebut maka pertanyaannya Tuhan tidak lagi Maha Esa karena ada saingannya yaitu yang disembah orang-orang non Muslim. Bukankah itu berarti mereka sudah tidak bertauhid secara benar?!</p>
<p>Jadi singkat kata &#8216;SAY NO to KHILAFAH&#8217;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/152/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=152&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/say-no-to-khilafah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bac3da1188eb8ecc836040e9323a5567?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikrarcakranegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ribut- Ribut Khilafah (2)</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/ribut-ribut-khilafah-2/</link>
		<comments>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/ribut-ribut-khilafah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Dec 2009 02:20:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikrar Cakranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Lain-Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Opini Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>
		<category><![CDATA[Windu Haribadi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Windu Haribadi Aduh setelah baca khilafah itu apa aku kq jadi ngeri dewe yo? kq seperti membaca Dragon Ball dan Naruto ya? bayangkan dengan sistem khilafah mereka hendak menjadikan dunia ini berada dalam satu tampuk kepemimpinan islam versi mereka ok mari kita liat jika dunia berada dalam satu pemimpin kira &#8211; kira siapa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=147&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Windu Haribadi</p>
<p>Aduh setelah baca khilafah itu apa aku kq jadi ngeri dewe yo?<br />
kq seperti membaca Dragon Ball dan Naruto ya?</p>
<p>bayangkan dengan sistem khilafah mereka hendak menjadikan dunia ini berada dalam satu tampuk kepemimpinan islam versi mereka<br />
ok mari kita liat<br />
jika dunia berada dalam satu pemimpin<br />
kira &#8211; kira siapa ya pemimpinnya?<span id="more-147"></span></p>
<p>aah pemimpinnya ya jelas yg menurut hukum Alloh<br />
ok kl menurut hukum Tuhan berarti harus nunggu wahyu dulu dunk<br />
masa mau milih sendiri?<br />
ok katakanlah ada &#8216;wahyu&#8217; dateng kira &#8211; kira jika ada orang yang memproklamirkan dirinya dialah pemimpin sah khilafah sak dunyo<br />
kira &#8211; kira ada yang mau ndengerin?<br />
wong dulu Nabi ajah waktu pertama kali jadi Nabi gak ada yg percaya kecuali Khadijah dan Abu Bakar<br />
bisakah porang lain percaya?<br />
bisakah memberi jaminan al amin, yang dapat dipercaya?<br />
wong organisasi ajah ndak jelas<br />
bahkan disinyalir ndak punya ijin<br />
dah gitu</p>
<p>looo kita tu punya pemimpin loh mas<br />
ok punya pemimpin organisasi<br />
bukankah malah jadi lebih jelas motivasinya apa?<br />
pengen jadi penguasa dunia toh<br />
lewat legitimasi agama<br />
cuih keji sekali kalian mengatasnamakan agama untuk kepentingan pribadi</p>
<p>cuih!</p>
<p>nah lo apa bedanya ama pikolo yang hendak menguasai dunia?<br />
ato uchiha madara yang memperalat akatsuki demi perdamaian dunia versi mereka?<br />
apa bedanya sama cerita komik belaka?<br />
yang ujung2nya kekuasaan</p>
<p>eh nggak ding mas<br />
kita pasti milih pemimpin kq</p>
<p>lha katanya ndak mau pake hukum ala manusia<br />
ndak mau demokrasi<br />
ndak suka Pancasila &amp; UUD 45<br />
lha kq mau milih pemimpin pake kemufakatan?</p>
<p>doh adoh kamu kq mbulet ae se?<br />
muter muter pake dalih hadist dan Al qur&#8217;an<br />
eh begitu udah mentok maen mbulet<br />
lalu dimana integritasmu?<br />
dimana kejujuranmu?</p>
<p>dasar manusia ndak tau bersyukur!<br />
ngomong paham agama tapi ndak pernah mendirikan agama!<br />
ngomong agama tapi ndak memberikan keselamatan bangsa</p>
<p>pergi kau dari tanah air Indonesia<br />
keringlah kau di gurun sahara!<br />
masuklah kamu dalam black hole!<br />
membekulah kamu di antartika!<br />
tenggelamlah kamu di samudera pasifik!<br />
terbakarlah kamu di merapi!<br />
jangan ganggu Indonesiaku!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=147&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/28/ribut-ribut-khilafah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bac3da1188eb8ecc836040e9323a5567?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikrarcakranegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meneropong Pergerakan Hizbut Tahrir Indonesia (1)</title>
		<link>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/26/meneropong-pergerakan-hizbut-tahrir-indonesia-1/</link>
		<comments>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/26/meneropong-pergerakan-hizbut-tahrir-indonesia-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 03:28:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ikrar Cakranegara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arsip]]></category>
		<category><![CDATA[Hizbut Tahrir]]></category>
		<category><![CDATA[Nahdlatul Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[HTI]]></category>
		<category><![CDATA[KH Imam Ghazali Said MA]]></category>
		<category><![CDATA[Khilafah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa kiai NU belakangan ini mengaku didatangi aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Para aktivis HTI itu selain membagikan brosur juga mengajak kiai masuk kelompok mereka. Diantara kiai itu adalah KH Ahmad Muhammad Alhammad, pengasuh pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. &#8220;Saya katakan kepada mereka, saya ini NU, tak mungkin ikut paham sampean,&#8221; kata Yai Mad - panggilan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=135&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa kiai NU belakangan ini mengaku didatangi aktivis Hizbut Tahrir<br />
Indonesia (HTI). Para aktivis HTI itu selain membagikan brosur juga mengajak<br />
kiai masuk kelompok mereka. Diantara kiai itu adalah KH Ahmad Muhammad<br />
Alhammad, pengasuh pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. &#8220;Saya katakan kepada<br />
mereka, saya ini NU, tak mungkin ikut paham sampean,&#8221; kata Yai Mad -<br />
panggilan kiai berparas teduh itu &#8211; kepada sejumlah tamunya suatu ketika. &#8220;<br />
Brosur-brosurnya ada tapi tidak saya baca,&#8221; tuturnya lagi.</p>
<p>Pengurus NU di berbagai daerah, termasuk PWNU Jawa Timur, juga mengaku<br />
sering mendapat pengaduan dari warga NU soal aktivis HTI yang berusaha<br />
mempengaruhi warga nahdliyin. Bahkan dalam Munas dan Mubes NU di Asrama Haji<br />
Sukolilo Surabaya tempo hari para aktvis HTI masuk ke kamar-kamar peserta<br />
membagikan selebaran. Jargon mereka &#8211; seperti biasa -khalifah sebagai<br />
solusi. Belum lagi beberapa masjid NU yang jadi sasaran mereka.<span id="more-135"></span><br />
Karuan saja banyak kiai penasaran. Gerakan apa sebenarnya HTI? Bagaimana<br />
asal-usulnya? Berikut wawancara HARIAN BANGSA dengan KH Imam Ghazai Said,<br />
MA, cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal. Pengasuh<br />
pesantren mahasiswa An-Nur Wonocolo ini memang sangat paham soal berbagai<br />
gerakan Islam, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Ia selain banyak<br />
menulis dan mengoleksi leteratur Islam aliran keras juga bertahun-tahun<br />
studi di Timur Tengah. Ia mendapat gelar S-1- di Universitas Al-Azhar Mesir,<br />
sedang S-2 di Hartoum International Institute Sudan. Kemudian ia melanjutkan<br />
ke S-3 di Kairo University Mesir. Kini intelektual muslim ini aktif sebagai<br />
Rois Syuriah PCNU Surabaya dan dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya.</p>
<p><em>Bisa Anda jelaskan bagaimana sejarah gerakan Islam aliran keras yang<br />
belakangan menjadi perhatian para kiai NU?</em></p>
<p>Sebenarnya kelompok besarnya itu Ikhwanul Muslimin yang pusatnya di<br />
Ismailiah, Mesir. Organisasi ini berdiri pada 1928, dua tahun setelah NU<br />
berdiri, NU kan berdiri 1926. Pendiri Ikhwanul Muslimin Syaikh Hasan<br />
Al-Banna. Menurut saya, pemikiran Syaikh Hasan Al-Banna ini moderat. Dia<br />
berusaha mengakomodasi kelompok salafy yang wahabi, merangkul kelompok<br />
tradisional yang mungkin perilaku keagamaannya sama dengan NU dan juga<br />
merangkul kelompok pembaharu yang dipengaruhi oleh Muhammad Abduh. Syaikh<br />
Al-Banna menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin itu harkah islamiyah, sunniyah,<br />
salafiyah, jadi diakomodasi semua, sehingga ikhwanul muslimin menjadi besar.<br />
Dalam Ikhwanul Muslimin ada lembaga bernama Tandhimul Jihad. Yaitu institusi<br />
jihad dalam struktur Ikhwanul Muslimin yang sangat rahasia. Kader yang<br />
berada dalam Tandhimul Jihad ini dilatih militer betul, doktrinnya pakai<br />
kesetiaan seperti tarikat kepada mursyid. Ini dibawah komando langsung<br />
Ikhwanul Muslimin. Para militer atau milisi ini menarik kelompok-kelompok<br />
sekuler yang ingin belajar tentang disiplin militer. Nasser (Gammal Nasser,<br />
red) dan Sadat (Anwar Sadat, red) juga belajar pada Tandhimul Jihad ini.</p>
<p><em>Apa Nasser dan Sadat yang kemudian jadi presiden Mesir itu bagian dari<br />
Ikhwanul Muslimin?</em></p>
<p>Mereka bagian dari militernya, bukan dari ideologi Ikhwanul Muslimin. Jadi<br />
mereka belajar aspek militernya. Ketika pada 1948 Israel mempermaklumkan<br />
sebagai negara maka terjadi perang. Nah, Tandhimul Jihad ini ikut perang,<br />
dan kelompok ini yang punya prakarsa-prakarsa. Waktu itu Mesir kan masih<br />
dibawah kerajaan Raja Faruk dan sistemnya masih perdana menteri, Nugrasi.<br />
Tapi akhirnya Arab kalah dan Israel berdiri. Kemudian Tandhimul Jihad balik<br />
lagi ke Mesir. Nah, dalam kelompok ini ada Taqiuddin Nabhani yang kemudian<br />
mendirikan Hizbut Tahrir. Jadi Taqiuddin itu awalnya bagian dari Ikhwanul<br />
Muslimin. Namun antara Hasan Al-Banna dan Taqiuddin ini kemudian terjadi<br />
perbedaan. Hasan Al-Banna berprinsip kita terus melakukan perjuangan dan<br />
memperbaiki sumber daya manusia. Sedang Taqiuddin bersikukuh agar terus<br />
melakukan perjuangan bersenjata, militer. Taqiuddin berpendapat kekalahan<br />
Arab atau Islam karena dijajah oleh sistem politik demokrasi dan<br />
nasionalisme. Sedang Hasan Al-Banna berpendapat sebaliknya. Menurut dia,<br />
tidak masalah umat Islam menerima sistem demokrasi dan nasionalisme, yang<br />
penting kehidupan syariat Islam berjalan dalam suatu negara.<br />
Pada 1949 Hasan Al-Banna meninggal karena ditembak agen pemerintah dan<br />
dianggap syahid. Sedang Taqiuddin terus berkampanye di kelompoknya di Syria,<br />
Libanon dan Yordania.<br />
Kemudian Tandhimul Jihad diambil alih Sayid Qutub, ideolognya Ikhwanul<br />
Muslimin. Ia dikenal sebagai sastrawan dan penulis produktif, termasuk<br />
tafsir yang banyak dibaca oleh kita di Indonesia. Nah, Sayid Qutub ini<br />
mendatangi Taqiuddin agar secara ideologi tetap di Ikhwanul Muslimin. Tapi<br />
Taqiuddin tidak mau karena ia beranggapan bahwa Ikhwanul Muslimin sudah<br />
masuk lingkaran jahiliyah. Ya, itu menurut Taqiuddin hanya gara-gara<br />
Ikhwanul Muslimin menerima nasionalisme. Akhirnya Taqiuddin mendirikan<br />
Hizbut Tahrir. Artinya, partai pembebasan. Maksudnya, pembebasan kaum<br />
muslimin dari cengkraman Barat dan dalam jangka dekat membebaskan Palestina<br />
dari Israel. Itu pada mulanya.<br />
Ia mengonsep ideologi khilafah Islamiyah.</p>
<p>(bersambung)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/gerbangcitaindonesia.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=gerbangcitaindonesia.wordpress.com&amp;blog=7924706&amp;post=135&amp;subd=gerbangcitaindonesia&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://gerbangcitaindonesia.wordpress.com/2009/12/26/meneropong-pergerakan-hizbut-tahrir-indonesia-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bac3da1188eb8ecc836040e9323a5567?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">ikrarcakranegara</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
